Timika, fajarpapua.com – Sebanyak 14 siswa dan empat guru SMA Negeri 6 Mimika lolos seleksi Program Bina Talenta Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kamis (21/5).
Program tersebut merupakan pembinaan nasional bagi siswa berprestasi di bidang Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM), koding, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), serta penguatan karakter dan kepemimpinan.
Kepala Urusan Kesiswaan SMA Negeri 6 Mimika Bertha Lenayati mengatakan, peserta yang mengikuti program tersebut merupakan siswa yang memiliki rekam jejak prestasi akademik maupun nonakademik, terutama dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan kompetisi resmi lainnya.
“Seleksi dilakukan secara bertahap dan diikuti sejumlah sekolah. Puji syukur SMA Negeri 6 Mimika berhasil lolos dan mendapatkan kesempatan mengikuti program pembinaan nasional ini,” ujarnya.
Menurut Bertha, keberhasilan tersebut menunjukkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 6 Mimika terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional.
Salah satu guru peserta Program Bina Talenta Indonesia Anton Harison Sihotang mengatakan, para peserta nantinya akan mengikuti pelatihan di luar daerah sesuai lokasi yang telah ditetapkan Kemendikdasmen.
Ia berharap para siswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan kemampuan dan memperluas wawasan.
“Kami akan melakukan berbagai persiapan sebelum keberangkatan. Harapannya anak-anak dapat menunjukkan kemampuan terbaik dan membawa nama baik sekolah maupun Kabupaten Mimika,” katanya.
Anton mengungkapkan, seluruh biaya program memang ditanggung pemerintah pusat. Namun, mekanisme pembiayaan dilakukan dengan sistem reimburse sehingga peserta harus menanggung terlebih dahulu biaya perjalanan dan kebutuhan awal selama pelatihan. Kondisi itu menjadi perhatian pihak sekolah karena sebagian siswa berasal dari keluarga kurang mampu.
“Kami berharap ada dukungan dari berbagai pihak agar seluruh siswa yang lolos dapat mengikuti pelatihan tanpa terkendala biaya awal,” ujarnya.
Guru pendamping lainnya Adam Malik Rahayaan berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh peserta nantinya dapat dibagikan kepada siswa lain di sekolah.
“Target kami bukan hanya meningkatkan kapasitas peserta, tetapi juga menciptakan efek berantai agar budaya berprestasi semakin tumbuh di lingkungan sekolah,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Komite SMA Negeri 6 Mimika Elvry Leiwakabessy mengapresiasi kerja keras guru dalam membimbing siswa hingga berhasil lolos program nasional tersebut. Menurut dia, capaian tersebut membuktikan siswa SMA Negeri 6 Mimika memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa anak-anak Mimika mampu bersaing di tingkat nasional. Kami berharap pemerintah dapat memberikan dukungan agar prestasi seperti ini terus meningkat di masa mendatang,” pungkasnya. (moa)

