Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

FKUB Mimika Dorong “Mimika Sehat, Harmoni Masyarakat” Lewat Pengobatan Gratis dan Penguatan Kerukunan

image
imageFoto / MIMIKA
Redaksi3 menit baca8 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan Wawasan Kebangsaan dan Bina Kerukunan yang dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bertema “Healthy Body, Harmony Soul, Unity Goal: Mimika Sehat, Harmoni Masyarakat” di Gereja St. Stefanus SP6, Distrik Iwaka, Sabtu (16/5).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerukunan antarumat beragama sekaligus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah pinggiran Mimika.

Acara dibuka langsung Ketua FKUB Mimika, Jeffrey C. Hutagalung, dan dihadiri Kepala Bidang Politik dan Kebangsaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Mimika, Lodik Kaize, serta Kepala Seksi Bimas Kristen Protestan Kementerian Agama Mimika, Yance Numberi.

Dalam sambutannya, Jeffrey mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal FKUB untuk memperkuat pembangunan masyarakat mulai dari kampung hingga wilayah perkotaan secara merata.

“Kami tidak hanya mengutamakan pembangunan di wilayah kampung saja, tetapi juga memprioritaskan seluruh aspek dan bidang pembangunan secara menyeluruh,” ujarnya.

Ia menegaskan FKUB hadir untuk seluruh umat beragama di Mimika tanpa membedakan latar belakang keyakinan.

Karena itu, FKUB telah berkoordinasi dengan pihak gereja agar kegiatan tersebut dapat melibatkan seluruh warga lintas agama di wilayah SP6.

Menurut Jeffrey, kesehatan masyarakat menjadi fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Namun, hal tersebut juga harus dibangun di atas nilai toleransi, kerukunan, dan saling menghormati antarsesama.

“Bagi umat beragama, nilai toleransi, kerukunan, dan keharmonisan sangat penting,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya di gereja tetapi juga di masjid maupun rumah ibadah lainnya sebagai bentuk kolaborasi lintas agama di Mimika.

Jeffrey juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Mimika pada tahun 2025 berhasil meraih penghargaan Harmony Awards dari pemerintah pusat bersama 114 kabupaten/kota lainnya.

“Oleh karena itu, kita wajib menjaga keharmonisan ini, sebab keharmonisan memerlukan perjuangan dan kesepahaman bersama agar Mimika dapat maju dan tetap menjadi rumah kita semua,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Kristen Protestan Kemenag Mimika, Yance Numberi, mengatakan kehadiran Kementerian Agama dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap penguatan moderasi beragama dan pelayanan sosial kepada masyarakat.

“Kementerian Agama hadir untuk mendukung program FKUB, terutama dalam pembinaan keumatan. Kalau pemerintah melihat sebagai masyarakat Mimika, maka Kementerian Agama memandang mereka sebagai umat beragama yang harus terus dibangun kebersamaan dan kerukunannya,” ujarnya.

Menurut Yance, kegiatan sosial seperti pengobatan gratis menjadi ruang strategis untuk mempererat persaudaraan lintas agama serta menanamkan nilai toleransi dan penghormatan terhadap budaya lokal di tengah masyarakat Mimika yang majemuk.

“Kita ingin Mimika menjadi rumah bersama yang nyaman, damai, dan toleran, di mana masyarakat hidup saling menghargai satu sama lain,” katanya. (ron)