Timika, fajarpapua.com – Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim telah melakukan serangkaian aksi penyerangan terhadap aparat militer Indonesia di wilayah Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Dalam siaran pers yang diterima, Rabu (29/4), Jubir TPNPB Sebby Sambom menyebut kontak tembak pertama terjadi di Kali Wo pada 18 April 2026 pagi antara pasukan mereka dengan aparat TNI. Aksi tersebut kemudian diklaim berlanjut hingga Selasa (28/4) malam.
Sebby mengklaim, dalam serangan lanjutan tersebut, pasukan mereka berhasil masuk ke area Koramil Dekai dan menembak satu anggota TNI, Serda Alfonsus, di dalam lokasi tersebut.
Ia menyatakan rangkaian penyerangan tersebut sebagai aksi balasan atas tewasnya sejumlah anggota mereka dalam operasi sebelumnya. TPNPB juga mengaku bertanggung jawab atas seluruh aksi penyerangan yang terjadi di wilayah Yahukimo dalam beberapa waktu terakhir.
Organisasi separatis itu mengeluarkan imbauan kepada masyarakat sipil, khususnya pendatang, untuk meninggalkan wilayah tersebut.
Sebby mengeluarkan ancaman terhadap pihak-pihak yang dianggap terlibat atau mendukung aparat keamanan, serta meminta pemerintah menghentikan aktivitas yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam di wilayah Yahukimo.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun aparat keamanan terkait klaim yang disampaikan TPNPB tersebut.(red)

