Timika, fajarpapua.com - Sebanyak 66 mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan kelas kerja sama Mimika resmi mengikuti yudisium sarjana yang digelar di Graha Eme Neme Yauware, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Institut Nani Hasanuddin Makassar dengan Pemerintah Kabupaten Mimika dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan.
Rektor Institut Nani Hasanuddin Makassar, Sri Darmawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Mimika dalam acara tersebut. Ia menilai kehadiran kepala daerah menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan di Mimika.
“Kehadiran Bupati Mimika menunjukkan bahwa beliau adalah sosok yang peduli dan memiliki komitmen terhadap kemajuan pendidikan di daerah ini,” ujarnya.
Ia berharap para lulusan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dalam pesannya, ia menekankan tiga hal penting kepada para sarjana keperawatan yang baru diyudisium.
“Pertama, jaga adab sebelum ilmu. Kedua, jadilah sarjana yang rendah hati dan kembalikan ilmu kepada masyarakat. Ketiga, jangan pernah memutus silaturahmi,” pesannya.
Sementara itu, Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutannya menyampaikan yudisium ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan tonggak awal pengabdian para lulusan kepada masyarakat.
“Hari ini kalian sampai di ujung perjalanan pendidikan yang panjang. Ini bukan hanya seremoni, tetapi awal dari tanggung jawab sebagai sarjana keperawatan,” ujarnya.
Ia menyatakan, gelar sarjana bukan sekadar simbol akademik, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, khususnya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Mimika.
Dikemukakan, tenaga kesehatan, khususnya perawat, memiliki posisi strategis dalam sistem pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, para lulusan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian karier, tetapi juga memiliki semangat pengabdian, terutama di wilayah terpencil, pesisir, dan pedalaman.
“Ini adalah kebanggaan bagi saya pribadi dan juga pemerintah daerah. Kami berharap kalian hadir sebagai solusi ditengah masyarakat,” tutupnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui penguatan fasilitas dan peningkatan kapasitas SDM. Dalam hal ini, tenaga kesehatan profesional menjadi salah satu pilar utama pembangunan di sektor kesehatan. Kesempatan yang sama Bupati Rettob menerima piagam penghargaan dari Institut Nani Hasanuddin.(isa)

