Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Oknum Tukang Ojek di Timika ini Nekat Tipu Polisi dan Wartawan, Simak Pengakuannya

Pelaku dan Kendaraan Miliknya
Pelaku dan Kendaraan MiliknyaFoto / MIMIKA
Redaksi3 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Pengakuan HR, tukang ojek yang mengaku dibegal dan dilempar ke dalam got di Irigasi ternyata hanya bohong belaka. Yang sebenarnya terjadi, HR mabuk berat dan sepeda motornya tercebur di got.

Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru, Iptu Lexi Mediyanto kepada wartawan mengatakan, HR mengadu ke Polsek Miru bahwa dirinya telah dibegal oleh empat orang tak dikenal pada Rabu (22/6).

Dikatakan, ternyata hal itu tidak benar, setelah dilakukan penyelidikan TKP oleh anggota Polsek Miru, tidak ada bekas penganiayaan. Bahkan HR mengaku usai dibuang ke got badannya penuh lumpur sedangkan di got tersebut tidak ada air.

"Setelah kita lakukan penyelidikan di TKP tidak ada bekas percikan darah korban. Katanya korban di got penuh lumpur padahal di got itu hanya batu kerikil tidak ada airnya," katanya.

Dijelaskan, saat dilakukan penelusuran ditemukan sandal HR tercecer di samping got depan Toko Serba Guna, Jalan Irigasi, tetapi lokasinya berada 100 meter dari lokasi yang HR maksud.

Warga sekitar mengaku telah mengamankan motor Honda Beat warna biru putih milik HR yang kondisinya rusak parah. Warga mengatakan motor itu ditemukan dalam selokan, sedangkan HR dalam kondisi tidak sadarkan diri berada di bawah kios sekitar lokasi motor tersebut.

"Motornya ditemukan warga, kita sudah bawa ke kantor. Pelaku ditemukan di bawah kios kemudian dibawa oleh pickup ke rumahnya, nah dari rumah dibawa ke klinik, jadi itu bukan dibawa ke RSUD," jelas Lexi.

Setelah dilakukan pengembangan, polisi mendatangi rumah HR secara kebetulan bertemu istrinya. Dia mengaku bahwa saat itu HR kecelakaan tunggal yang disebabkan pengaruh minuman keras.

"Ternyata dia pengaruh minuman keras, terus kecelakaan tunggal, tidak sadarkan diri bangun lihat motor tidak ada padahal ada di kolong got, beruntung motornya diamankan warga," jelas Lexi.

Pria yang berprofesi sebagai tukang ojek tersebut akhirnya mengakui pembuatannya telah memberikan keterangan palsu atau telah berbohong (tipu) kepada Polisi dan wartawan, lalu HR meminta maaf di hadapan kepolisian dan wartawan.

Kejam !!! Tukang Ojek di Timika Dibegal di Irigasi, Dianiaya Lalu Dibuang ke Got(Opens in a new browser tab)

"Saya meminta maaf kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Mimika atas keterangan palsu terkait begal di Jalan Irigasi, hal itu tidak benar karena saya dalam keadaan dipengaruhi alkohol," kata HR didepan wartawan fajarpapua.com.

Kapolsek Mimika Baru, AKP Dionisius Helan SIK melalui Iptu Lexi mengatakan, kejadian serupa sering terjadi di Kabupaten Mimika. Dikatakan korban membuat laporan bahwa dirinya dibegal padahal karena kecelakaan tunggal.

"Timika ini sudah aman, saat ini banyak oknum yang sebarkan keterangan hoax bahwa dirinya dibegal di.jalan, padahal dia sendiri mabuk berat, karena kita kepolisian tahu sudah tidak ada begal di Kabupaten Mimika," ucap Lexi. (rul)