Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

DPRD Mimika Minta Dinas PU Usut Kontraktor yang Tinggalkan Pekerjaan Drainase di Jalur Henggi

Pengerjaan Jl Henggi yang ditinggalkan kontraktor.
Pengerjaan Jl Henggi yang ditinggalkan kontraktor.Foto / MIMIKA
Redaksi2 menit baca12 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Anggota Komisi C DPRD Mimika menyatakan ada oknum kontraktor yang meninggalkan pekerjaan drainase di Jalur Henggi yang melintasi Masjid Al-Ihsan tembus Jalur Bineka, Kelurahan Inauga, Distrik Wania.

Padahal pekerjaan tersebut semestinya sudah mencapai target 100% sesuai Surat Perintah Kerja ( SPK ) pada tahun anggaran 2020.

Anggota Komisi C DPRD Mimika Leonardus Kocu kepada fajarpapua.com, Jumat (18/6) mengatakan terdapat salah satu warga yang melaporkan secara lisan yaitu ketua RT 07, Abdul Haji pada Minggu (13/6).

Dikatakan, Abdul mengeluhkan kontraktor yang meninggalkan pengerjaan drainase di Jalur Henggi.

Setelah Anggota Komisi C DPRD Mimika melakukan inpeksi bersama pada Senin (14/6) di lokasi itu terdapat bekas-bekas pengerjaan yang belum selesai.

Disebutkan Leonardus, oknum kontraktor meninggalkan pekerjaan pemasangan box cover (kotak penutup) drainase kurang lebih 30 hingga 50 meter. Padahal daerah tersebut padat penduduk sehingga dikhawatirkan membahayakan warga setempat.

"Kalau tidak segera selesaikan itu bahaya, got besar yang terbuka itu berbahaya bagi masyarakat yang melintas," kata Leonardus.

Ia berharap Dinas PU segera memanggil kontraktor yang telah meninggalkan pekerjaannya.

"Dinas Pekerjaan Umum harap segera memanggil kontraktor untuk minta pertanggungjawabannya. Pekerjaan itu tidak dilanjutkan apakah tidak masuk dalam perencanaan, atau anggaran terbatas, atau kontraktor tidak mampu kerja dengan alasan apa? Dinas PU sebagai lembaga user pengguna jasa kontraktor perlu segera memastikan pekeraan yang ditinggalkan itu," bebernya.

Sederhananya, kata dia, proses pekerjaan drainase tidak membutuhkan waktu lama sebab item pengerjaan hanya menggali got, memasang tela dan terakhir pemasangan penutup got.

Dia mengkhawatirkan pekerjaan besar lainnya juga mengalami hal yang sama. Sebab pekerjaan drainase saja tidak mencapai target.

Menurutnya, pekerjaan yang ditinggalkan ini juga termasuk pemborosan anggaran daerah karena akan ada pekerjaan yang diulang.

"Sampai kapan kita terus bertingkah laku seperti ini. Apa yang salah perbaiki, bagaimana daerah ini menuju masyarakat sejahtera sesuai Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati, kalau hanya got kecil saja kita kerja tidak selesai dengan baik," ujarnya.(rul)