Timika, fajarpapua.com - Lembaga DPRD dalam menjalankan fungsi budgeting tidak dapat diintervensi siapapun. Untuk itu dokumen anggaran yang sudah ditetapkan harus dilaksanakan eksekutif sebagai pengguna anggaran.
"Jangan sampai dokumen anggaran yang sudah ditetapkan dalam pelaksanaannya ada selipan- selipan program baru yang sama sekali tidak dibahas dewan. Kami harapkan eksekutif menghargai keberadaan dan wibawa dewan dan tidak secara sepihak memasukan program baru di dokumen yang ditetapkan dewan," kata Wakil Ketua II DPRD Mimika, Yohanes Felix Helyanan,SE kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (29/5).
Pria yang akrab disapa John Thie itu menuturkan kebiasaan menyelip program baru dalam dokumen yang sudah ditetapkan sudah sering terjadi.
Kebiasaan seperti ini dinilainya tidak elok dalam etika pemerintahan.
Dewan, kata John Thie, tidak perlu memberi contoh tapi kebiasaan seperti ini sering muncul dalam dokumen anggaran baik di anggaran induk maupun dalam perubahan.
"Saya minta tim anggaran eksekutif yang sekarang dipimpin Sekda baru harus benar-benar profesional. Rakyat sudah pintar, semua proyek bisa dimonitor di LPSE. Kalau mau program itu disetujui dewan mari bicara terbuka dengan anggota Banggar dan semua anggota dewan dengan sejumlah argumentasi-argumentasi logis dan dapat diterima. Dewan juga manusia kalau bicara baik apalagi program itu untuk kepentingan umum pasti disetujui," ujarnya.
Apalagi sekarang, lanjut dia, daerah sedang kesulitan anggaran. Sehingga terkait penganggaran, dia berharap fokus pada pembenahan ekonomi serta mengurangi bangunan-bangunan fisik yang tidak mendesak.
Dia menjelaskan, eksekutif dalam menyelenggarakan pemerintahan tidak berdiri sendiri tapi bersama- sama dengan legislatif dan yudikatif.
Dalam tugas eksekutif sebagai penyelanggara pemerintahan, legislatif pengawas jalannya pemerintahan dan anggaran, yudikatif dibidang penegakan hukum.
"Setelah menjalankan program ada hal mendesak dan harus dikerjakan eksekutif bisa berkonsultasi dengan dewan untuk meminta persetujuan program yang memang mendesak," ujarnya.(mar)

