Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

2 Jenderal Teroris KKB Papua Tantang Perang di Distrik Muara, Ini Arahan Panglima TNI Untuk Personil Satgas Nemangkawi

TPNPB- Jenderal Goliath Tabuni terlihat bersama pasukan TPNPB-OPM. Foto: Ist
TPNPB- Jenderal Goliath Tabuni terlihat bersama pasukan TPNPB-OPM. Foto: IstFoto / MIMIKA
fajar Papua3 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Dua pentolan Organisasi Papua Merdeka yang mengklaim sebagai Panglima kelompok teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) masing-masing Jenderal Goliath Naaman Tabuni dan Komandan Operasi Nasional Mayjend Lekagak Telenggen menantang personil TNI dan Polri untuk menggelar perang terbuka di Distrik Muara, Kabupaten Puncak Jaya.

Dari data yang dihimpun fajarapua.com dijetahui Muara adalah sebuah distrik yang terletak di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Indonesia. Distrik ini mencakup wilayah seluas 76 kilometer persegi dan berdasar data tahun 2013, terdapat 11.428 jiwa yang menempati distrik ini.

Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom mengungkakan, pihaknya telah menerima laporan terkait lokasi perang yang telah ditentukan oleh duo Jenderal OPM tersebut.

"Manajemen markas pusat KOMNAS TPNPB-OPM telah terima laporan resmi langsung dari Ilaga Papua bahwa pimpinan TPNPB-OPM telah umumkan lokasi perang untuk lawan pasukan Indonesia," katanya.

Sembom mengatakan, Jenderal Goliat Tabuni dan Mayjen Lekgak Telenggen menghimbau kepada pasukan Indonesia untuk berperang di area yang sudah ditentukan demi keamanan dan keselamatan warga sipil.

"Dan ingat bahwa lapangan perang militer TPNPB -OPM sudah di tempatkan di Muara, Kabupaten Puncak," jelasnya.

Hingga saat ini lanjut Sembom, adukan TNI dan Polri sama sekali belum menginjakan kakinya di lokasi yang sudah ditentukan oleh TPNPB-OPM sebagai lokasi perang.

"Sampai detik ini TNI dan Polri belum masuk area perang," ujarnya menyampaikan tantangan.

Menurut Sembom, Jenderal Goliath Naaman Tabuni minta pemerintah Indonesia jika berani segera mengarahkan pasukan ke lokasi perang yang sudah ditentukan.

"Jangan mengganggu aktivitas rakyat sipil Papua di Ilaga, Distrik Gome itu karena TPNPB OPM sudah menempatkan lapangan perang di Muara," jelasnya.

Arahan untuk Prajurit Satgas Nemangkawi

Sementara itu Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan arahan dan motivasi kepada prajurit TNI-Polri yang bertugas dalam Satuan Tugas (Satgas) Nemangkawi di Papua.

Kapolri memberikan pesan khusus kepada Satgas Nemangkawi,selain bertugas melakukan pengamanan, juga untuk mengawal agenda pemerintah dalam membangun Papua.

"Tugas semua (prajurit) mengawal untuk memberitahu akan pembangunan yang sudah dilakukan. Petakan dengan baik apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Papua," kata Sigit.

Sigit menekankan bahwa pemerintah pusat sangat konsen dan fokus untuk membangun Papua agar lebih sejahtera.

"Pemerintah sangat konsen membangun Papua seperti pembangunan infastruktur. Memang apa yang dilakukan oleh pemerintah belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh masyarakat Papua," ujarnya.

Oleh karena itu, mantan Kapolda Banten itu mengingatkan anggota Satgas Nemangkawi untuk menyampaikan kepada masyarakat, bahwa kehadiran mereka untuk mendukung program pemerintah di Papua.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menghimbau kepada seluruh personel yang bertugas di Bumi Cendrawasih agar memiliki formula khusus bagaimana merebut hati rakyat Papua agar tetap teguh mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Panglima juga meminta semua unsur personel yang bertugas meningkatkan sinergitas sehingga kesejahteraan masyarakat Papua dirasakan lebih cepat.

"TNI dan Polri bermanunggal dengan rakyat. Dengan Binmas Noken dan teritorial. Bangun sinergi dengan baik antar lintas satuan," kata Hadi.(mas/ant)