Timika, fajarpapua.com - Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua mulai Juni 2021 ini menerapkan sekolah tatap muka di seluruh Papua.
Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait mengatakan hal tersebut di Timika, Selasa (26/5).
Belajar tatap muka, kata dia, sesuai surat keputusan (SK) bersama 4 menteri, yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
"Jadi jelas sesuai dengan instruksi 4 menteri kemarin kita di sini sudah siap untuk sekolah tatap muka mulai Juni," kata Christian Sohilait.
Ia menjelaskan, ada 6 Kabupaten di Papua yang masuk dalam zona merah yaitu, Wamena, Merauke, Biak, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Mimika yang nantinya dilakukan uji coba belajar tatap muka.
Sedangkan kabupaten lain yang masuk dalam zona hijau akan tetap melaksanakan belajar tatap muka.
"Beberapa tempat yang tidak zona merah itu kegiatan belajar tatap muka tetap jalan. Beberapa tempat yang masuk zona merah kita sedang try out mencoba beberapa yang sudah mulai dipersiapkan," jelasnya.
Untuk melaksanakan belajar tatap muka, baik zona hijau, zona kuning dan zona merah perlu dukungan dari sejumlah OPD, karena aktifitas belajar tatap muka membutuhkan fasilitas pendukung.
"Untuk tatap muka itu paling tidak ada 8 sampai 9 OPD yang harus memberikan kontribusi kepada sekolah, jangan membiarkan sekolah jalan sendiri. Misalnya, ketika sekolah butuhkan air maka teman-teman DPU harus bantu, kalau sekolah butuh handsanitiser dan pengukur suhu tubuh dinkes harus bantu
Kalau tempat yang ada kerumunan Sat Pol PP bantu, begitu juga kendaraan umum yang mengangkut orang banyak dishub harus bantu dan terakhir itu semua ada di Pemda," ungkapnya.
Dia menambahkan sebanyak 600 ribu anak dari tingkat SD hingga SMA/SMK yang akan melaksanakan belajar tatap muka mulai Juni mendatang yang tersebar di 2 ribu sekolah di Provinsi Papua.
"Mulai bulan Juni itu ada sekitar 600 ribu anak akan belajar tatap muka, SD sebanyak 2 ribu sekolah, SMP 600 sekolah, SMA 238 sekolah dan SMK 198 tambah SLD 9 sekolah di seluruh Papua, kita juga punya 22 sampai 24 ribu guru, dan kita harus menjaga mereka itu," jelas dia.
Menanggapi hal ini Sekretaris Komisi C DPRD Mimika, Saleh Alhamid mengaku mendukung apa yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua mengenai sekolah tatap muka pada Juni mendatang.
Sudah satu tahun lebih anak-anak belajar di rumah bukan tambah pintar bahkan tambah mundur.
"Prokes tetap dilaksanakan secara ketat oleh sekolah dengan jumlah rombongan belajar harus 50 persen. Pemkab harus siapkan fasilitas di setiap sekolah baik negeri maupun swasta. Selain itu pembatasan rombongan belajar 50 persen dan sekolah wajib terapkan dua shif masuk sekolah yakni pagi dan siang," terang dia.
Soal SK 4 Menteri, Saleh pada prinsipnya setuju karena ini untuk kemajuan anak bangsa. Termasuk soal anggaran jika diusulkan maka DPRD akan setuju karena hal ini untuk kemajuan pendidikan di daerah Mimika.(mar)

