Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Tadi Pagi Massa Mengamuk di Pendopo Rumah Negara Timika, Rusak Kursi dan Sound System, 2 Kompi TNI Diturunkan

Situasi terkini
Situasi terkiniFoto / MIMIKA
Redaksi3 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Sekitar pukul 6.30 WIT, Senin (24/5) pagi, sekelompok massa mengamuk di Pendopo Rumah Negara Timika, Papua, tempat disemayamnya jenazah almarhum Klemen Tinal. Mereka melakukan pengerusakan kursi dan sound system. Bahkan peristiwa itu menimbulkan kerugian hingga jutaan rupiah.

Belum diketahui secara pasti penyebab mengamuknya warga, apakah bagian dari ritual adat atau hal lain. Namun informasi sementara yang berkembang dilapangan hal itu lumrah terjadi sebagai bagian dari ritual adat.

Sekedar diketahui, peristiwa mengamuknya warga juga terjadi saat jenazah alm Klemen Tinal disemayamkan di Rumah Dinas Wakil Guvernur Papua di Dok II, Jayapura. Namun belakangan diketahui hal itu merupakan bagian dari ritual adat.

Dua kompi TNI dari Yonif 754 Eme Neme Kangashi (ENK) dan Brigif 20 Ima Jaya Keramo (IJK) sudah diturunkan ke lokasi memback up kepolisian dan Satpol PP.

"Sekarang situasi sudah aman terkendali, kami belum tahu penyebab pasti keributan. Saya lihat kerugian ditaksir jutaan rupiah, tenda, kursi dan beberapa alat sound system rusak. Beruntung tidak ada korban jiwa," ungkap seorang petugas keamanan dikonfirmasi fajarpapua.com di lokasi kejadian, tadi pagi.

Peristiwa di Jayapura Merupakan Bagian dari Ritual Adat

Sementara di Jayapura, suasana duka dan isak tangis di Rumah Dinas Wakil Gubernur Papua, di Dok V Jayapura mendadak berubah menjadi ketegangan saat kedatangan jenazah Mendiang Klemen Tinal, Wagub Papua sekitar pukul 21.00 WIT, Sabtu (22/3).

Informasi yang dihimpun fajarpapua.com menyebutkan, sekelompok warga yang mengklaim sebagai kerabat Wakil Gubernur Klemen Tinal datang mengamuk dan menyerang beberapa pejabat daerah yang sedang memberikan pengarahan kepada warga.

Massa menyerang dan melempar beberapa pejabat termasuk Kapolda Papua, Irjen Polisi Mathius Fakhri, Asisten I Pemprov Papua, Doren Wakerkwa, Bupati Membramo Tengah Ham Pegawak dan pejabat lainnya yang sedang berdiri di depan rumah duka Wakil Gubernur Papua. Pejabat daerah termasuk Kapolda dengan sigap diselamatkan oleh para petugas kepolisian dan TNI serta Ajudan Kapolda ke tempat yang aman.

Tak hanya itu, massa yang terbakar amarah merusak sejumlah karangan bunga yang dipajang di depan rumah duka. Ruang tamu dan beberapa fasilitas di Dinas Wakil Gubernur Papua juga dirusaki.

Juru Bicara Gubernur Papua Muhammad Rifai Darus memastikan, tidak ada motif kekerasan dan penyerangan massa yang terjadi di rumah duka Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, Sabtu malam itu.

Rifai menjelaskan kedatangan massa dengan aksi pelemparan batu di rumah duka tersebut diklaim merupakan bagian dari adat suku keluarga Klemen Tinal. Adat serupa menurutnya lumrah terjadi di tanah Papua.

“Tidak ada kekerasan dan penyerangan semalam. Semua merupakan bagian daripada kebiasaan dan tradisi yang terjadi, termasuk suku Pak Wagub itu,” jelas Rifai sebagaimana dikutip dari sebuah sumber online, Minggu (23/5).

Rifai menyebut pelemparan batu sembari keluarga menari merupakan salah satu tradisi yang dianut masyarakat Papua kala menghadiri prosesi kematian warga. Sekali lagi, Rifai menjamin tidak ada motif penyerangan dalam prosesi Sabtu malam itu.(isa)