Timika, fajarpapua.com - Vice President PT Freeport Indonesia (PTFI) Joni Lingga mengatakan hingga kini masih menunggu kepastian jadwal vaksin tiba di Indonesia.
Sesuai rencana, vaksin akan tiba pada kwartal April-Juni sebanyak 70.000 dosis oleh Bio Farma dan perusahaan aviliasinya Indo Farma.
Menurut Joni, Manajemen PTFI berusaha terus mendapatkan vaksin covid 19 yang dikategorikan vaksin gotong-royong atau vaksin mandiri yang disiapkan pemerintah.
"Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, mendaftar melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) pusat. PTFI juga menyurat langsung ke Bio Farma. Bio Farma adalah persero BUMN yang ditunjuk pemerintah sebagai distributor bersama aviliasi atau anak perusahaannya," ungkap Joni dikonfirmasi wartawan, Selasa (24/3).
Dikemukakan, manajemen PTFI sudah bersurat ke Kementerian Kesehatan dengan tembusan ke Kementerian BUMN, juga ke pihak-pihak terkait lainnya.
PTFI memesan 70.000 dosis cukup untuk dua kali suntik bagi 30.000 karyawan PTFI dan keluarga termasuk kontraktor yang bekerja di area Job Site.
"Pokoknya yang di Job Site PTFI berkeinginan untuk vaksin semuanya," bebernya.
PTFI, lanjut Joni, berkeinginan membeli lagi sekian dosis untuk persiapan bagi warga yang ada disekitar area kerja karena mereka juga saudara-sauara yang harus mendapat vaksin yang sama dengan yang lainnya.
“Sampai sekarang belum ada jawaban, dan memang informasi yang saya dapat melalui zoom meeting beberapa waktu vaksin ini belum datang. Karena vaksin gotong royong atau vaksin mandiri belum tiba di Indonesia. Selain itu informasi bahwa juknis belum rampung oleh Kementerian Kesehatan BUMN dan lain-lain. Itu saat yang kita lakukan melalui SOS Internasional, MAN ID dan juga Kementerian BUMN dan terakhir sebagai penentuan adalah Kementerian Kesehatan,” ujar Joni.
Menunggu kepastian ketersediaan vaksin ini, jelas dia manajemen PTFI telah mempersiapkan logistik. Misalnya untuk vaksin Sinovam mesti disimpan pada suhu minus 2 dan minus 3 derajat Celsius.
Kemudian untuk vaksin Moderna disimpan pada suhu minus 20 derajat Celsius. Logistik sudah disiapkan PTFI termasuk tenaga-tenaga yang akan melakukan vaksinasi nanti yaitu dari SOS Internasional.
“Kita sudah lakukan itu, dan tenaga kami siap, fasilitas kami siap, tinggal menunggu barangnya datang. Sampai sekarang juga harganya belum ditentukan pemerintah, Surat Presiden Direktur kami sudah kirim ke Bio Farma dan Indo Farma sebagai anak perusahaan Bo Farma, dengan tembusan ke Kemenkes, Kemen BUMN, termasukk ke SOS Internasional sebagai pelaksana di lapangan,” terang Joni.
Berkaitan dengan program vaksinasi ini, menurut dia PTFI tidak boleh menggunakan fasilitas pemerintah karena bisa mengganggu kegiatan-kegiatan pemerintah untuk melayani rakyat. Sehingga PTFI dengan SOS sebagai pelaksana vaksin di semua lokasi job site nanti.(mar)

