Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Keras !!! Kapolres Merauke Ancam ‘Tembak’ Pelaku Kejahatan dan Pengerusakan Fasilitas Medis

Kapolres Merauke, AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum
Kapolres Merauke, AKBP Ir. Untung Sangaji, M.HumFoto / pinpost
fajar Papua3 menit baca0 kali dibaca

Merauke, fajarpapua.com – Kapolres Merauke, AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum memberikan pernyataan tegas bahwa akan menembak para pelaku, jika melakukan pengerusakan fasilitas rumah sakit dan kejahatan terhadap para medis maupun petugas Palang Merah Indonesia (PMI) yang sedang bertugas.

Mengingat, mereka adalah petugas-petugas dan pekerja kemanusiaan yang sedang berjuang untuk menolong dan menyelamatkan nyawa seseorang.

Pernyataan tegas Kapolres ini disampaikan di hadapan wartawan dalam konferensi Pers dengan Direktur RSUD Merauke, Minggu (21/3).

“Saya secara tegas menyatakan bahwa apabila saya dan pasukan saya melihat kejahatan di depan petugas Palang Merah atau medis, saya tidak ada kata lain, selain menembak. Karena menyangkut orang yang diselamatkan. Jadi kalau kita ingin menyelamatkan orang dan tiba-tiba kita diganggu berarti itu dia sama dengan pembunuh.

“Jadi kita tidak ada kata lain, kita menembak. Kemana kita tembak? Kemana saja kita mau, demi yang kita tolong itu selamat. Mungkin itu, saya tak perlu bertele-tele lagi bicara soal ini,” tegas Kapolres Sangaji.

Disinggung perihal proses hukum kepada para pelaku anarkis yang melakukan perusakan terhadap fasilitas RSUD Meraukke, Sabtu (20/3), Kapolres menyatakan siap mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke akar-akarnya.

“Kami akan dengan cara kita apapun yang kita bisa. Tadi juga ada yang telepon saya minta tolong, minta bantuan, saya katakan gak bisa. Kamu dari mana, di belakang? Oh iya, kamu sudah lempar rumah sakit saya. Itu sama dengan kamu lempar kepala saya. Apa yang saya tolongin kamu, saya tolong kamu dengan ‘peluru’ bisa. Berarti kamu ini, keluaran dari yang lempar saya punya rumah sakit, saya bilang gitu. Udah saya jawab seperti itu. Kalau minta ‘peluru’ bisa saya kasih,” beber Kapolres.

Dia menyebut bahwa akan memperketat pengamanan di kompleks rumah sakit sesuai dengan protap pengamanan dan permintaan dari RSUD Merauke. Hal tersebut demi mencegah aksi-aksi yang mengganggu berjalannya pelayanan kesehatan.

“Pertama, kita rencana untuk pasang CCTV. Kalau pemerintah daerah terlambat, saya, polisi yang akan pasang. Ini rumah sakit, jadi harus dipasang. Ada apa-apa, mereka tanpa minta tolong,  kita bisa melihat CCTV dari jauh. Kan kita sudah punya alat nih, bisa baca lingkungan tanpa perlu saya datang. Kapan pun tidak dalam keadaan darurat, kan bisa lihat dari jauh. Nanti saya akan kasih tanda untuk para pemasang dab segera mungkin mereka dalam satu minggu, bagaimana caranya dia pasang,” ucapnya.

Persoalan keamanan, tambah Kapolres, menjadi tanggung jawab bersama dan kesadaran semua pihak untuk memelihara situasi kamtibmas tetap kondusif. Entah di rumah sakit dan di fasilitas-fasilitas pelayanan publik lainya, yang dikategorikan sebagai obyek vital.

“Kalau soal keamanan itu juga bagaimana dari kita. Walaupun memang rumah sakit sudah sebegitu profesional menangani pelayanan kesehatan medis dengan segala tindakannya, Tetapi kalau masyarakat tidak punya etika dan moral yang baik, benar bisa jadi salah. Jadi kita harus tetap dengan cara kita yang maksimal, tindakan kita harus tepat sasaran, bukan hanya dengan kata-kata lagi,” pungkasnya. (hrs).