Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Gelombang Ancam Nyawa Nelayan, Stok Ikan Pasar Sentral Timika Menipis, SEPEKAN LAGI KOSONG !!!

Pasar sentral
Pasar sentralFoto / MIMIKA
fajar Papua3 menit baca5 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Sejak dua pekan terakhir, pasokan ikan ke sejumlah pedagang di pasar Sentral Timika menurun. Kondisi demikian dipicu tingginya gelombang laut yang mengancam keselamatan nyawa para nelayan.

Namun para pedagang mengaku belum diberitahu alasan mengapa pasokan ikan menurun.

Harpin, salah seorang pedagang kepada fajarpapua.com di lapak ikan Pasar Sentral, Rabu (24/2) mengatakan, pihaknya belum mendapat penjelasan dari agen mengapa pengiriman ikan selama dua minggu menurun.

"Mestinya mereka jelaskan alasan ke kami supaya kami tahu dan bisa antisipasi. Pak wartawan bisa lihat sendiri saya tidak jual ikan lagi dan hanya jual sontong (cumi) kecil. Biasanya selama ini saya dapat pasokan ikan dari Portsite, tapi selama dua minggu ini kosong. Mungkin karena kondisi laut lagi gelombang besar. Atau memang stok menipis sehingga tidak bisa kirim ke kami di pasar,” kata Harpin.

Dia menuturkan meski stok terbatas, dia dan rekan-rekannya menjual ikan dengan harga standar, tidak ada kenaikan.

"Kalau satu minggu kedepan agen tidak kirim ikan ke pasar bisa jadi pedagang tidak lagi berjualan, stok ikan kosong. Jika ada teman-teman pedagang masih menjual ikan itu stok lama yang mereka jual kasih habis. Stok yang ada sekarang hanya ikan lema, kalau kutilang, kakap, bandeng, ikan merah dan udang itu stok sisa," bebernya.

Sementara Maryati penjual cakalang asar mengakui stok cakalang yang ada di freesernya masih ada. Sementara dalam dua minggu terakhir tidak ada agen yang mengantar ikan ke pedagang di pasar Sentral.

"Saya jual cakalang asar, dengan harga yang besar Rp 60 ribu, sedang Rp 50 ribu, dan kecil ada Rp 40 ribu dan Rp30 ribu," paparnya.

Dia berharap dalam minggu ini agen sudah bisa memenuhi permintaan para pedagang di pasar Sentral sehingga stok tidak habis.

Pedagang lain, Haikal, mengatakan dirinya tidak tahu alasan mengapa dalam dua minggu ini pasokan ikan ke Pasar Sentral nihil.

"Apakah cuaca buruk di laut atau terjadi gelombang tinggi sehingga nelayan tidak pergi melaut. Kami hanya menjual stok ikan lama," ujarnya.

Dirinya menjual kutilang, kakap putih dan udang. Tapi kakap putih habis sehingga menunggu dari agen.

"Sekarang ikan kecil saja, termasuk udang. Untuk ikan meski stok terbatas, pedagang jual dengan harga lama, dan tidak ada kenaikan. Stok yang ada hanya ikan lema," paparnya.

Dia meyakini kondisi demikian akibat cuaca buruk dan gelombang laut. Apalagi belum lama ini kapal pemasok ikan ke Timika tenggelam yang menyebabkan 6 ABK hilang.

Sedangkan pedagang lain, Amirullah mengatakan, dirinya bersama beberapa teman masih menjual beberapa jenis ikan seperti momar, ikan merah, kutilang, lema, cumi dan kakap.

“Semua stok lama, kami harapkan dalam minggu ini sudah ada agen yang pasok ikan ke pasar sehingga pedagang tidak khawatir lagi soal kekosongan ikan,” harap Amirullah.(mar)