Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Wamen PUPR Tinjau Banti, Cek Kondisi Infrastruktur dan Tailing, Singgung Sisa Jalan Trans Papua 70 Kilometer

Wempi Wetipo
Wempi WetipoFoto / MIMIKA
fajar Papua2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Wakil Menteri PUPR, John Wempi Wetipo SH,MH bersama Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob S.Sos,MM serta perwakilan PT Freeport Indonesia pada Kamis (11/2) mengunjungi pengungsi Banti sekaligus meninjau tailing.

Pada acara konferensi pers bersama awak media, Jumat (12/2) di Hotel Rimba Papua, Wempi Wetipo mengemukakan dirinya berkunjung ke Timika atas undangan Freeport meninjau kondisi Banti sekaligus tailing.

"Khusus tailing ini PTFI berjuang cukup lama agar bisa dijadikan bahan material insfrastruktur. Perjuangan ini berhasil sejak Menteri PUPR, BUMN dan Lingkungan Hidup menandatangi Surat Kesepakatan Bersama (SKP) penggunaan tailing sebagai bahan pembangunan di Papua," ungkap Wempi didampingi Vice President of Community Development PTFI, Claus Wafma.

Dikemukakan, dari 3.500 sekian kilometer jalan trans Papua tersisa 70 kilometer yang belum dibuka. Artinya konektifitas hampir 90 persen.

"Tailing ini nanti yang kita upayakan untuk pengerjaan jalan itu. Pekerjaan tersisa di perbatasan dekat Nabire. Kami pakai dua alternatif Nabire masuk Waropen Tanah Besar lalu ke Sarmi, tapi di situ hutan bakau sangat luas. Ada alternatif Nabire ke Mamberamo Raya baru ke Sarmi," pungkasnya.

Terkait hal itu, rencananya 17 Agustus 2021 digelar di perbatasan Papua dan Papua Barat, dekat Wasior.

"Kita harap dengan pemanfataan tailing lebih mudah. Sekarang sudah kirim ke Meruke dan Sorong," paparnya.

Sementara itu tentang Banti, pihaknya berharap Pemda Mimika memberikan telaah bagi kementerian PUPR agar infrastruktur daerah itu diperbaiki.

"Makanya saya ajak wakil bupati. Kita bahas nanti dengan freeport penanganan jangka pendek bagaimana. Mereka kembali dalam kondisi belum siap. Kementerian PUPR bisa dorong, mesti ada sinyal dari Pemda Mimika," ungkapnya.

Hasil pengamatannya, infrakstuktur yang dibangun PTFI di Banti sudah bagus tapi sudah hancur. "Rumah sakit, sekolah, rumah warga juga hancur. Perlu komitmen bangun lagi. Saya dapat masukan banyak pendulang dimasukan dari luar. Kok masyarakat tidak diberi akses. Tapi setelah saya cek tidak benar," tukasnya.(tim)