Timika, fajarpapua.com - Sejak beberapa hari terakhir, media sosial Facebook di Timika diramaikan oleh berbagai komentar atas postingan akun Doges Mainaki terkait rendahnya kesadaran warga Kota Timika membuang sampah.
Pemilik akun Doges Mainaki yang diduga sebagai petugas kebersihan tersebut, pada awal unggahannya melalui grup Info Kejadian Kota Timika pada Selasa (9/2) lalu berharap warga dan petugas kompak dalam menjaga kebersihan Kota Timika.
"Berjumpa lg dgn kami petugas kebersihan kabupaten Mimika.
Semoga petugas dan warga makin kompak untuk kebersihan kota Timika tercinta," tulisnya.
Di alinea kedua unggahannya, akun ini menjelaskan kunci kebersihan kota ada pada dua pundak yaitu warga dan petugas.
"Sebab kami bisa karena ada warga yg taat buang sampa pada waktunya. Kunci kebersihan kota adalah terletak di dua pundak warga dan petugas. Bila hanya satu pundak maka kota tidak akan bersih," ujarnya.
Akun ini juga berkeluh kesah tentang kesadaran warga terkait waktu buang sampah yang masih sering dilanggar.
"Contoh kami petugas udah berkerja dgn baik tapi warga masih datang buang sampah dimana petugas udah selesai angkat sampah maka kotor lagi lah kota kita," jelasnya.
Untuk itu akun ini meminta warga agar menaati ketentuan yang sudah diputuskan terkait waktu membuang sampah. "Jadi buat para warga taat buang sampah pada waktu yang ditentukan oleh pemerintah yaitu Dari jam 18:00 sampai 06:00. Dan yang ingin bertanya tentang solusi tentang buang sampah ko sulit ya silakan," tulisnya.
Unggahan yang sudah ditanggapi oleh 512 orang ini mendapat dukungan dari pengguna media sosial di Timika.
Akun Leisubun Ronny, sangat setuju dengan unggahan tersebut dan meminta warga untuk menaati ketentuan tersebut. "Sangat setuju bro. Ini seratus persen kesalahan warga. Memang sudah ada petugas kebersihan, bukan berarti setiap saat harus buang sampah dan juga di tempat yg bukan pembuangan sampah," komentarnya.
Demikian juga dengan akun Nurhana Pongtombi yang menilai sulitnya menciptakan lingkungan bersih di Timika karena kesadaran warganya yang rendah." Benar semua karena tdk ada kesadaran anggota masyarakat," tulisnya.
Sementara akun Inak Jamon mengaku heran dengan sulitnya menciptakan kesadaran di masyarakat. " Tapi yang herannya ini, masah setiap hari tdk ada kesadaran..Semoga dengan tulisan di atas bisa membuat sebagian bisa mengerti. Karena bagi saya tulisan di atas sdh 100% benar. Mohon kesadarannya," ujarnya.
Hal serupa juga ditulis akun Lizzlow dalam komentarnya."BUAT SEMUA TOLONG PATUHI PERATURAN YANG DIKATAKAN TADI karena mereka para petugas kebersihan adalah ujung tombak Kota Timka ini agar tetap bersih SALUT BUAT REKAN2," katanya.
Sementara akun Jefry Darimin Ap memberi apresiasi yang tinggi atas dedikasi petugas dalam menjaga kebersihan Kota Timika. "Buat para petugas yang kami banggakan. Terima kasih untuk jasamu, setiap tetes keringatmu akan diperhitungkan Tuhan," harapnya.
Apresiasi juga disampaikan akun, Wahyu Andariny Takimay yang tidak bisa membayangkan kondisi kebersihan Kota Timika jika tidak ada petugas.
"Terima kasih pasukan kebersihan kota. Tanpa bapak2 petugas kebersihan kota, entah apa jadinya timika ini. Untuk itu kita sebagai warga harus mentaati peraturan tentang persampahan yg sudah ditetapkan. Semangat buat bapak2 dorang," ujarnya.
Sedangkan akun Kezia Inggrid Yaru menjuluki petugas sebagai pahlawan kebersihan. "Semangat Para Pahlawan Kebersihan, Sehat selalu yah," tuturnya
Menyikapi kondisi diatas, akun Ti R Sa menyarankan pemerintah membuat tong sampah sehingga warga tidak sembarang membuang sampah."Petugas sampah sdh menjalankan tugasx tiap hari.. lebih bagus kalau pemerintah mau buat bak sampah di setiap jalan agar tdk di taruh di trotoar," jelasnya.
Sedangkan Akun Elsye Nusamara Lesilolo mendukung penerapan sanksi kepada warga yang membuang sampah tidak sesuai aturan. "Tdk ada cara lain untuk kasih efek jerah bagi yg buang sampah sembarangan hanya ada satu cara yaitu KASIH DENDA BAGI.(mas)

