Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Warna Air Kali Kabur SP 5 Belum Berubah, Pertanda Iwaka Bebas dari Ancaman Banjir ?

Banjir
BanjirFoto / MIMIKA
fajar Papua3 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Hingga pukul 20.30 WIT, Selasa (29/12) malam, warna air kali kabur di SP 5 samping kandang sapi PT Pangan Sari masih belum berubah. Artinya belum terjadi peningkatan volume kali Iwaka.

Komandan Baznas Timika, Arie Agung dalam rekaman pantauan yang diterima Fajar Papua, Selasa malam melaporkan kondisi SP 5, SP 6 dan Kuala Kencana masih aman dari ancaman banjir.

Untuk SP 5, sejak sejam yang lalu intensitas hujan sudah menurun. Sedangkan wilayah SP 6 sejak sore sudah redah.

"Kalau air kali kabur jernih berarti Iwaka banjir. Tapi sekarang masih aman," ujarnya.

Sementara dari Relawan Mimika Papua dan Baznas Tanggap Bencana wilayah Kuala Kencana melaporkan hingga malam ini belum ada ancaman banjir. "Sekarang hanya gerimis," ujar Arie.

Pada pukul 20.50 WIT Selasa malam, intensitas hujan di Kota Timika sudah redah namun genangan air terjadi dimana-mana.

Diberitakan, hujan deras yang mengguyur Kota Timika sejak pukul 15.00 WIT hingga pukul 19.30 WIT Selasa (29/12) malam, menyebabkan rumah - rumah warga tergenang air.
Bahkan di beberapa titik, air mencapai pagkal paha orang dewasa.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika, Yosias Lossu mengaku hingga malam hari ini belum mendapat laporan terkait apakah banjir yang meluap menimbulkan korban materi atau nyawa manusia.

"Belum, nanti saya cek petugas lapangan baru infokan," kata Yosias saat dikonfirmasi Fajar Papua, Selasa (29/12) malam.

Begitupula, pihaknya belum mendapat informasi apakah kali Iwaka meluap atau tidak.

Sedangkan Komandan Baznas Mimika, Arie Agung saat dikonfirmasi terpisah juga menyatakan belum mendapat laporan akibat bencana banjir Mimika.

"Alhamdulillah sampai sekarang masih belum ada laporan dan mudah-mudahan tidak ada. Kami dari Relawan Mimika Papua dan Baznas Tanggap Bencana siap siaga jika ada laporan masuk," paparnya.

Disisi lain, hampir semua titik dalam Kota Timika mulai dari wilayah Sempan, Nawaripi, Jalan Baru, Gorong-Gorong, Irigasi, SP 2 dan SP 3 digenangi air.

Air meluap akibat Daerah Aliran Sungai (DAS) dalam Kota Timika tertutup sampah dan tidak mampu menahan volume banjir.

Di RT 8 Nawaripi Dalam, air masuk rumah-rumah warga serta gereja akibat luapan DAS dari arah kompleks Anggrek.

"Sebagian besar rumah warga sudah terendam, bahkan gereja juga dimasuki air," ungkap Kepala Kampung NaWaripi Nobertus Ditubun, Selasa malam.

Menurut laporan Agus Setyawan, warga Nawaripi, perumahan warga samping SMA Negeri 1 terendam banjir yang cukup deras akibat luapan dari jalan raya.

"Air hujan datang dari got jalan raya, mengalir deras seperti sungai," papar Agus.

Sementara itu, air di rumah warga di Sempan sampai setinggi betis orang dewasa.

"Kebetulan saya terjebak banjir jadi sempat turut membantu mengamankan barang-barang di salah satu rumah," ungkap Marthen, warga Sempan.

Sementara rumah anggota DPRD Mimika di Sempan, Saleh Alhmaid, juga kemasukan air akibat luapan got.

Peristiwa serupa dialami warga kompleks Sisingamangaraja, Jalan Ahmad Yani. "Di sini banjir deras, DAS meluap," ungkap Djabir, salah seorang warga.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan korban. Namun di laman media sosial warga melaporkan genangan air merata hampir di semua titik dalam Kota Timika.(boy)