Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

18 Desember, Tim Pemda Mimika Cek Kondisi 3 Kampung di Tembagapura

Pengungsi
PengungsiFoto / MIMIKA
fajar Papua4 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com -
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dan DPRD sepakat memfasilitasi kepulangan warga Banti I, Banti II dan Opitawak ke kampung halamannya setelah 10 bulan mengungsi di Timika.

Warga mengungsi karena alasan keamanan dimana ketika itu terjadi kontak tembak antara TNI/Polri dan KKB di Banti. Kesepakatan untuk memulangkan warga tertuang dalam satu pernyataan bersama antara semua pihak termasuk warga Banti dalam pertemuan bersama di kantor DPRD Mimika, Senin (14/12).

Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob, S.Sos,MM mengatakan kerinduan untuk kembali ke kampung halamannya sudah disampaikan warga Banti dan Opitawak kepada Pemkab sejak beberapa bulan silam.

"Saat itu semua masih sibuk dengan kegiatan masing-masing sehingga hari ini baru terjadi pertemuan dan hasilnya sudah sepakat untuk pulangkan mereka," ungkap Wabup JR.

Hanya saja, kata dia, kepala kampung dan tokoh-tokoh Banti dan Opitawak diharapkan mendata kembali warga yang hendak kembali. Data secepatnya diserahkan ke tim yang bertanggungjawab untuk memulangkan warga tiga kampung itu.

"Mereka ada di Jalan Jeruk SP2, Jalan Baru, dan ada juga di tempat - tempat kos dalam kota. Dari warga yang turun ke Timika ada sekian orang meninggal dunia. Karena saat turun saya yang terima mereka, jadi tanggungjawab sosial harus lihat mereka secara rutin. Puji Tuhan hari ini Pemkab, DPRD, Forkompinda, tokoh masyarakat Banti dan tokoh agama sudah sama-sama dengar pembicaraan itu dan sepakat untuk memulangkan mereka sebelum natal, biar mereka bisa rayakan natal di kampung halaman. Itu kerinduan mereka selama ini,” katanya.

Untuk itu tim yang akan dikoordinir Asisten Bidang Pemerintahan dan Hukum Pemkab Mimika, Yulianus Sasarari akan berkoordinasi dengan TNI/Polri dan PTFI soal rencana kepulangan warga.

"Intinya tanggal 18 Desember tim akan ke Tembagapura dan Banti untuk melihat dari dekat kondisi diatas. Tim akan melihat rumah mereka bagaimana, fasilitas pendidikan kesehatan, air bersih seperti apa. Setelah tim turun, dilakukan evaluasi lagi.

Soal keamanan, jelas Wabup JR, sudah dijelaskan Kapolres dan Dandim 1710 Mimika yang mana saat in Banti dan Tembagapura relatif aman terkendali.

"Nanti tim keatas melihat secara langsung kondisi riil yang terjadi. Jika benar aman, tim akan merekomendasikan untuk naik. Untuk naik jelas tim akan berkomunikasi dengan PTFI, karena tim akan menggunakan jalan dan fasilitas PTFI ke Banti," paparnya.

Ketua DPRD Mimika, Roby K Omaleng mengatakan keluhan masyarakat untuk pulang sudah disampaikan kepada DPRD sejak beberapa bulan lalu dan pertemuan baru terjadi hari ini.

"Untuk mau kembali ke Banti Opitawak, pemerintah, PTFI dan TNI/Polri harus jamin soal tempat tinggal mereka, sarana pendidikan dan kesehatan, air bersih dan jaminan keamanan," bebernya.

Untuk itu Roby mengusulkan sebelum warga naik, ada tim yang turun lihat dari dekat soal kondisi di Banti dan Opitawak.

“Saya beberapa waktu lalu turun lihat langsung rumah karena sekian lama ditinggalkan penuh dengan kotoran, banyak pintu dan jendela yang copot. Gereja mereka bagaimana. Untuk ini siapa yang tanggungjawab apakah pemerintah atau Freeport. Tim turun kita akan evaluasi lagi baru kita tentukan kapan mereka naik. Kalau kondisi tempat tinggal mereka masih bagus tidak apa-apa tanggal 18 atau 20 Desember mereka naik untuk mempersiapkan natal di atas,” terang Roby.

Untuk tim, khusus DPRD pihaknya akan memutuskan siapa yang terlibat. Tidak mungkin semua 35 orang terlibat dalam tim dan tergantung usulan anggota dewan mana yang terbaik.

Sedangkan terkait kondisi keamanan, Kapolres Mimika mengatakan saat ini kondisi keamanan Banti Opitawak dan Tembagapura secara keseluruhan relatif kondusif.

"Intinya TNI/Polri siap mengawal dan mengamankan warga yang hendak kembali ke Banti Opitawak dalam beberapa minggu kedepan ini," ujarnya.

Dari sisi keamanan, Kapolres memastikan ada Kapolsek Tembagapura dan Danramil Tembagapura yang selalu memantau keadaan.

"Mereka akan lebih banyak punya waktu bersama masyarakat diatas dan terus melaporkan jika ada perubahan situasi keamanan. Ini keinginan dari warga sendiri maka TNI/Polri mendukung mereka mau pulang kampung sekaligus merayakan natal di kampung leluhur mereka. Mereka sudah hidup secara turun temurun di situ, jadi mereka berhak untuk minta pulang dan tugas kita memfasilitasi mereka,” terang Kapolres.

Tokoh Masyarakat Banti, Yanes Natkime berterima kasih kepada Pemkab Dan DPRD Mimika yang menggelar pertemuan dan memfasilitasi warganya kembali ke Banti Opitawak.

"Warga turun ke Timika atas inisiatif sendiri karena diatas sangat tidak aman waktu itu dimana TNI/Polri dan KKB baku tembak tiap hari. Warga jalan kaki dari Banti ke Tembagapura, baru Manajemen PTFI, TNI/Polri memfasilitasi bus untuk warga turun Timika," tuturnya.

Yanes mendesak DPRD dan Pemkab tidak perlu terlalu banyak pertimbangan untuk kepulangan warga.

"Warga mau pulang, jadi cukup fasilitasi mereka pulang nanti diatas mereka punya hidup mereka urus sendiri. Diatas ada lahan dan ada kebun yang nantinya mereka garap. Intinya kasih naik mereka, jika pemerintah mau bantu cukup logistik warga dalam beberapa bulan kedepan ini. Setelah hidup normal mereka akan berkebun, pelihara hewan untuk melanjutkan hidup hidup,” terang Janes.(tim)