Timika, fajarpapua.com - Keseriusan PB PON XX Papua, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dalam menyiapkan fasilitas venue Terjun Payung menunjukan hasil memuaskan.
Hal ini dibuktikan venue yang dibangun di halaman pusat pemerintahan SP 3 itu tinggal pekerjaan ringan yang diselesaikan PB PON Papua, Sub PB PON Mimika, dan Pemkab Mimika.
Demikian disampaikan Technical Delegate (TD) Terjun Payung, Effendi Soen dalam jumpa pers bersama awak media di Kantor PB PON Sub Timika, Kamis (10/12).
Effendi mengatakan saat kedatangannya beberapa waktu lalu belum ada progress yang dikerjakakan PB PON Papua, Sub PB PON Mimika dan Pemkab Mimika.
"Awalnya saya pesimis apakah Cabor terjun payung bisa dilaksanakan atau tidak karena belum ada tanda-tanda venue itu dibangun. Kita bersyukur dalam waktu sekian bulan venue sudah disiapkan dan lokasinya cukup luas di depan Sentra Pemerintahan Kabupaten Mimika," ujarnya.
Dikatakan, pengerjaan sisa yang akan dilakukan seperti penataan permukaan lapangan venue, gudang untuk menyimpan peralatan atlit, dan beberapa pekerjaan lain.
"Saya juga mengusulkan kalau boleh disisi depan atau kiri dan kanan dibuatkan tribun portable yang bisa buka pasang sehingga orang atau warga yang datang nonton tidak berdiri di pinggir pagar, dilauar atau menempati sejumlah kantor Sentra Pemerintahan tapi mereka bisa nonton dari tribun yang disiapkan PB Panitia penyelenggara," paparnya.
Dikemukakan, yang menjadi luar biasa dan spesifik venue tersebut ada di halaman pusat pemerintahan yang cukup strategis dan mengundang banyak orang untuk mellihat.
"Untuk terjun payung ada tiga level, yakni level pertama sebelum buka payung ada kerjasama tim selama 30 detik buat formasi, kemudian pada ketinggian 3000 atau 2500 meter ada nomor yang biasa disebut kerjasama antar parasut, dimana dua parasut kerjasama buat formasi dan dikejar oleh kameramen. Dan yang ketiga kecepatan mendarat. Dalam ketinggian 1000 meter penerjun dilepas dan mereka berupaya untuk menginjak dengan kecepatan tertentu," ucapnya.
Semua cabang olahraga terjun payung sejak awal tetap bermarkas di TNI AU, karena di sana ada banyak fasilitas yang dimiliki dan ada sejumlah penerjun berpengalaman.
"Untuk pelaksanaan kegiatan ini panpel, PB PON Papua serta POB PON Timika harus berkoordinasi dengan Lanud terkait dengan banyak hal, karena olahraga ini bermainnya bukan di darat tapi di udara. Yang diperhatikan harus tahu kondisi cuaca, jadwal pesawat pada hari kegiatan dan lain-lain yang penting dan mendukung operasional olahraga ini," paparnya.
Untuk fasilitas teknis, lanjut Effendi akan disiapkan oleh PB PON Pusat, seperti pesawat dan beberapa yang lainnya. Biasanya penerjun menggunakan pesawat Herkules milik TNI AU.
Kemudian, yang lain juga dipersiapkan helikopter dan fasilitas helipad di sekitar arena venue.
"Yang paling penting pada saat pertandingan jangan sampai mengganggu jadwal penerbangan sipil. Untuk itu panitia pelaksana, PB PON dan SUB PB PON harus berkoordinasi dengan TNI AU Lanud Yohanis Kapiyau Timika, UPBU Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI, PT Freeport Indonesia dan otoritas bandara lainnya. Intinya fasilitas umum disiapkan PB PON Papua, Pemkab Mimika, Sub PB PON Timika. Saya pikir dengan dibangunnya venue yang standar seperti ini saya yakin pekerjaan yang kecil bisa diselesaikan dalam waktu dekat, seperti gudang, helipad, dan spot-spot lain disekitar venue. Kemudian cuaca yang juga hal yang mendasar dalam mempertandingkan olahraga ini," bebernya.
Soal lokasi venue jelas Effendi dalam survei jarak dari lokasi venue ke lokasi pesawat take off sekitar 24 kilometer dengan jarak tempuh 20 menit atau bisa lebih.
Sehingga bus yang ditumpangi atlit dan panpel harus dikawal oleh petugas keamanan biar lebih cepat dan bebas hambatan.
Satu putaran pesawat dengan menerjunkan semua atlit membutuhkan waktu 5 menit, kemudian menerjunkan 5 regu dan setiap regu butuh waktu 5 menit, jadi total butuh waktu 25 menit.
Untuk kerjasama di udara bebas, jika ada angin yang melebihi indikator dari persyaratan berarti gagal dan harus terjun ulang.
Setelah selesai dibangun dengan semua fasiitasnya, panpel bersama PB PON Papua dan Sub PB PON Timika akan menyelenggarakan test ivent. Test ivent bisa saja dilakukan Cabor Terjun Papua.
Kemudian Sekretaris Sub PB PON Timika, Cesar Avianto mengatakan fasilitas umum yang harus disiapkan seperti gudang, tribun, dan spot lainnya, harap dicermati.
"Segera lakukan pertemuan dalam rangka menjawab kekurangan ini. Kekurangan bisa diiventarisir sehingga setelah ini bisa dibangun secepatnya" harapnya.(tim)

