Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Warga Timika Mengeluh Rapid Tes Habis, Harga di Klinik Mahal, Ini Jawaban Kadinkes

20201207_035418
20201207_035418Foto / MIMIKA
fajar Papua2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold Ubra menyatakan, saat ini rapid tes antibodi untuk pelaku perjalanan masih tersedia.

Pernyataan Reynold menanggapi keluhan warga tentang kekosongan rapid test. Warga menyatakan sudah sebulan ini rapid test di fasilitas kesehatan milik Pemda Mimika kosong. Akibatnya warga terpaksa melakukan rapid test di klinik swasta yang harganya mahal.

"Rapid test masih tersedia. Masyarakat dapat menjangkau selain di Puskesmas dan juga di Bandara Udara yang dilayani oleh Tim Kesehatan bersama KKP," ungkap Reynold saat dikonfirmasi Fajar Papua, Minggu (6/12).

Dijelaskan, pelaku perjalanan keluar Kabupaten Mimika rata-rata per hari mencapai 500 orang. Agar tetap dapat terlayani maka diharapkan dapat merencanakan rapid test beberapa hari sebelum pembelian tiket.

"Klinik Polri/TNI adalah mitra dari Dinas Kesehatan dan bagian dari satgas. Pelaku perjalanan dapat mengakses pelayanan rapid tes antibodi di layanan tersebut," ujarnya.

Sementara itu salah seorang warga Mimika, Ronny mempertanyakan kekosongan rapid test di fasilitas kesehatan (faskes) publik.

"Saya ingin bertanya kenapa beberapa pekan terakhir ini, bahkan mungkin sudah lebih sebulan, alat rapid tes kosong di hampir setiap faskes milik Pemda ya? Padahal harga shdah cukup terjangkau tapi masyarakat yang bepergian di akhir tahun ini cukup banyak dan akhirnya mrk harus ke faskes milik TNI/POLRI atau RS rujukan yang bekerja sama dgn Pemda seperti klinik Chandra yang harganya dua kali lebih besar dari harga di klinik," tutur Ronny.

Ia mencontohkan, harga rapid test di klinik Tribrata di ex pasar lama Rp 200.000, Klinik Tentara di Jalan Pattimura Rp 150.000 dan Klinik Chandra Rp 285.000.(boy)