Timika, fajarpapua.com - Anggota DPRD Mimika, Nurman Karopukaro menyoroti keberadaan bangunan mewah Puskesmas Mapurujaya. Meskipun pembangunannya menghabiskan dana miliaran rupiah, namun puskesmas tersebut tidak digunakan.
Nurman Karupukaro saat mengikuti pesta Adat Karapao di Kampung Hiripau, Distrik Mimika Timur dalam unggahan di laman Facebook menampilikan beberapa foto kondisi layanan kesehatan yang dilakukan oleh petugas Puskesmas Mapurujaya di rumah warga.
Dalam unggahannya, mantan prajurit Pasukan Khusus TNI AD ini mempertanyakan kebijakan Dinas Kesehatan yang melakukan pelayanan di tempat yang tidak layak tersebut. "Ada apa dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika," tulisnya.
Nurman juga menyayangkan tindakan Puskesmas Mapurujaya yang melakukan pelayanan di tempat yang tidak layak sementara gedung megah yang dibangun dengan dana miliaran rupiah dikosongkan.
"Gedung Puskesmas Mapurujaya dikosongkan yang baru dibangun dengan dana miliaran rupiah dari uang rakyat. Dengan harapan masyarakat dapat dilayani …tapi malah dibuat pelayanan kesehatan di rumah rumah yang notabene jauh dari kata layak untuk pelayanan kesehatan…..aneh aneh saja," tulisnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra ketika dikonfirmasi Fajar Papua, Kamis (20/11) membantah informasi Puskesmas diterlantarkan. Menurutnya puskesmas Mapurujaya tetap digunakan namun pihaknya tetap mengantisipasi penularan covid di fasilitas kesehatan tersebut jauh sangat penting.
"Setelah kasus yang meningkat di bulan September termasuk beberapa kasus di Mapurujaya maka perlu dilakukan langkah pemcegahan untuk melindungi masyarakat Mapurujaya jangan sampai tertular," katanya.
Dikatakan, strategi yang dilakukan adalah puskesmas harus melakukan pelayanan luar gedung apalagi fungsi puskesmas tidak seperti klinik maupun rumah sakit.
"Paradigma fungsi puskesmas dan strategi pelyanan puskesmas di masa adaptasi kebiasaan baru sangat penting supaya bisa lindungi masyarakat lokal untuk tidak tertular," bebernya.
Menuai kritikan netizen
Unggahan Nurman Karopukaro mendapat dukungan warganet Timika yang meminta politisi Suku Kamoro tersebut mengawasi pelayanan masyarakat.
Dukungan salah satunya dari akun @samuelkermite yang mendukung langkah Nurman mempublikasi hal itu. "Setuju pak dewan perlu klarifikasi…. Yang seperti ini perlu dipublikasikan sebagai koreksi untuk perbaikan bukan untuk disalahkan …. Semoga bermanfaat sukses selalu pak TYB," tulisnya.
Sementara akun @sienedwin meminta Nurman untuk memperhatikan dan mengawasi pembangunan di wilayah Suku Kamoro yang dinilai masih jauh tertinggal. "Kaka tolong liat baik tu layanan kesehatan di wilayah Kamoro…. orang Kamoro pu hak untuk dapat pelayanan kesehatan yang baik….Pos2 pelayanan kesehatan di pelabuhan sampai Mware ada atau tidak….kasihan jarak jauh…untuk ke Puskesmas berobat…..Semoga ada penjelasan kenapa layanan kesehatan Puskesmas ada di rumah begitu…seperti di perum Koramil ya kaka," harapnya.
Akun ini juga menceritakan bagaimana warga sangat kesulitan mendapatkan layanan kesehatan di wilayah pesisir Kabupaten Mimika.
"Sio kaka….sayang sekali lihat Mama2, Bapa2 anak2 naik taxi, numpang truk dari pelabuhan & RT8, RT 7 menyeberang dengan perahu ke RT8 baru naik taxi lagi ke Klinik Pomako atau Mapurujaya…untuk makan saja kadang mereka susah…tapi lebe susah ketika mereka sakit. Kaka ada ooo..Sayang orang Kamoro," tulisnya dengan emoji menangis.
Sementara warga Distrik Mimika Timur pemilik akun @devotadumatubun juga mengaku heran dengan kondisi tersebut.
"Siooo ade,, kami warga Mimika Timur juga heran,,, akhirnya tenaga medis pun berpencar di dua lokasi pelayanan sedangkan gedung mewah dengan fasilitasnya tinggal begitu saja,,, ini maksudnya bagaimana eee," tanyanya.(mas/ana)

