Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Bangunan SD YPPK Ararau di Mimika Barat Rusak Parah, Butuh Intervensi Pemerintah Bantu Yayasan

Rusak
RusakFoto / MIMIKA
fajar Papua2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Kondisi fisik bangunan SD YPPK Ararau, Distrik Mimika Barat Jauh sangat memprihatinkan dan sangat jauh dari kata layak.

Bangunan yang terbuat dari kayu tersebut, hampir seluruh bagiannya telah lapuk sehingga sangat membahayakan peserta didik jika tidak segera mendapat perbaikan.

Dari sejumlah foto yang beredar di media sosial diketahui, plafon hampir di seluruh ruangan sekolah mengalami kerusakan. Bahkan terlihat sebagian ruangan kelas maupun lorong sudah tidak tertutup plafon lagi karena tripleksnya sudah lepas.

Demikian juga dinding sekolah yang terbuat dari kayu juga nampak sudah lapuk dan sebagian dimakan rayap.

Sedangkan pintu kelas banyak yang rusak dan terpaksa dilepas dari kusennya agar tidak membahayakan siswa.

Untuk mengamankan ruang kelas, pihak sekolah terlihat hanya memalang pintu dengan kayu papan seadanya saja.

Foto dan video kondisi SD YPPK Ararua ini pertama kali diposting di Info Kejadian Kota Timika oleh akun Facebook @jerobeamjerobamokwame pada Rabu (18/11) lalu.

Dal postingannya, akun ini meminta Pemda Mimika dalam hal ini Dinas Pendidika Kabuparen Mimika untuk membantu yayasan memperhatikan sekolah tersebut demi masa depan anak-anak pesisir pantai Mimika.

"Semestinya Pemerintah Kabupaten Mimika memberikan fasilifas yang layak kepada anak anak generasi penerus Amungme dan Kamoro di pesisir dan pedalaman. Namun tidak demikian sehingga mereka menggunakan gedung sekolah yg tidak layak digunakannya ini.
Klu bisa eksekutif dan legislatif harus melihat keadaan ini dan menghibahkan fasilitas kepada anak-anak di pedalaman dan pesisir untuk digunakan sekolah mereka. Dan ini saya ambil salah satu gedung sekolah dan ruangkan belajar di sekolah pesisir pantai," tulisnya.

Akun ini juga menyadari meski sekolah tersebut milik yayasan, namun dirinya sangat berharap pemerintah memberi perhatian karena undang-undang otonomi khusus mengamanatkan hal itu.

"Maksudnya saya kalau bisa pemerintah bantu Yayasan sebab otsus sudah mengakui keberadaan sekolah Yayasan bgtu. Kalau kita hanya harapkan yayasan saja kapan mau majukan pendidikan di papua ini," ujarnya menanggapi komentar akun @victorvickyr yang meminta hal itu dilaporkan ke yayasan yang bersangkutan.

Sementara seorang guru dengan akun @paulwelikin yang pernah mengajar di tempat itu mengutarakan kesedihannya melihat kondisi sekolah tersebut.

"Sayang saya dulu pernah tugas di sekolah ini dari tahun 2010 s/d 2014," ujarnya. (mas)