Timika, fajarpapua.com
Pasar lama (bekas Pasar Swadaya) pada Selasa (28/7) kembali ramai. Para pedagang tumpah ruah sepanjang jalur Bhayangkara dan jalan tengah pasar.
Pemandangan yang cukup ironis, sebab di tempat tersebut terdapat Pos Satpol PP yang ditempati petugas.
"Sudah mas, sudah beberapa hari sudah jualan seperti biasa," ungkap Ridwan, pedagang ikan.
Aktivitas jualan di tempat tersebut didominasi kebutuhan dapur yang kebanyakan dijual non Papua, sayur dan buah-buahan yang dijual mama-mama Papua, serta barang jualan lainnya.
Seperti yang disaksikan Fajar Papua, aktifitas pasar lama kembali ramai sehari setelah mama-mama menggelar aksi demo di DPRD Mimika.
Mantan anggota DPRD Mimika, Munawir Yakub meminta Pemda memikirkan relokasi mama-mama dari tempat penjualan pusat kota tersebut.
"Jangan sampai mama-mama hanya diperalat untuk kepentingan penjual lain," harapnya.
Mama-mama yang berjualan di Pasar Swadaya pada Senin (20/7) menggelar long march menuju kantor DPRD Mimika. Mereka menuntut supaya bekas pasar lama diperbolehkan berjualan kembali.
Puluhan mama-mama berjalan kaki dari pasar lama mulai pukul 10.00 WIT. Mereka dikawal personil polisi yang juga ikut berjalan kaki.
Mama Petronela kepada Fajar Papua mengaku sudah lama berjualan di pasar tersebut.
"Kami ini pedagang, kami sudah lama berjualan di situ, kenapa sekarang malah Satpol PP larang," ungkapnya.
Dikatakan, mereka sangat kesulitan jika pasar tersebut ditutup, sebab tidak ada lagi tempat berjualan. Selain itu, jualan di Pasar Sental kurang laku.
Mama Maria juga mengakui hal serupa. Mereka tidak bisa berjualan sebab mereka tidak punya tempat di pasar Sentral.
"Mau ke Pasar Sentral di sana sudah penuh, mau ke Pasar Gorong-gorong juga sudah penuh. Kami minta di situ tetap buka," ungkapnya.
Wartawan Fajar Papua kesulitan meliput aspirasi mama-mama yang lain sebab sepanjang jalan mereka ikut menyalahkan wartawan.
"Jangan foto-foto kami," teriak seorang mama yang terlihat terganggu dengan kehadiran wartawan.
Aksi mama-mama sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Yos Sudarso dan Jalan Cenderawasih terganggu. Namun semua takut menegur mama-mama yang menguasai lajur kiri itu. "Siapa berani marah mama-mama," kata Edo, tukang ojek yang terpaksa berjalan lambat dibelakang kumpulan mama-mama itu.
Saat berita ini ditulis, mama-mama masih menggelar aksi di Kantor DPRD Mimika.(boy)

