Timika, fajarpapua.com
Tokoh masyarakat (Tomas) Kelurahan Sempan Timika Papua mempertanyakan alasan Bupati Mimika Eltinus Omaleng menonjobkan Lurah Sempan, Lukas Muyapa SE Msi pada rolling pejabat Jumat lalu. Sebab Lukas yang pernah dua kali menjadi lurah terbaik itu pernah dijanjikan akan diangkat sebagai kepala distrik (Kadistrik).
“Lukas Muyapa adalah lurah pertama Sempan, dimana saat itu sisi utara Sempan masih hutan dan beliau buka dan sekarang sudah banyak pemukiman warga. Beliau ditunjuk jadi lurah sejak tahun 2013 lalu dan selama memimpin tidak pernah cacat dan tidak pernah terjerat kasus pelanggaran baik soal keuangan pemerintah maupun kasus kriminal lainnya," ungkap tokoh masyarakat Sempan, Agus Katimko, Kamis (23/7).
Menurut dia, kebijakan Lukas, ketika ada dana dari pemerintah seperti respek, pemanfaatannya selalu dibicarakan bersama 18 RT wilayah itu.
"Pak Lukas selalu terbuka soal keuangan, sehingga masa pemerintahannya tidak tersangkut kasus temuan BPK, polisi atau jaksa," ucapnya.
Selain itu, Agus menjelaskan Lukas pernah dua tahun berturut-turut menjadi lurah terbaik sesuai penilaian dari pemerintah.
"Soal kebijakan bupati mengganti lurah silahkan itu kewenangan bupati, sebagai tokoh, warga dan RT-RT kami tidak keberatan dan halangi lurah baru. Tapi untuk lurah Lukas, atas keberhasilan dan prestasinya, kami pertanyakan kenapa dinonjobkan. Semestinya beliau dipromosikan jadi Sekdis atau Kadistrik," ungkapnya.
Apalagi, lanjut Agus, ternyata Bupati Omaleng pernah menjanjikan Lukas diangkat sebagai Kadistrik.
"Janji itu sekarang berubah dan beliau tidak dapat apa-apa. Jika tidak dinaikkan, paling tidak beliau masih jadi lurah di tempat lain dalam kota. Masa pensiun beliau masih lama sekitar 6-7 tahun dan beliau masih berkarya untuk membangun daerah ini," papar Agus lagi.
Kata dia, jika Lukas dinonjobkan dengan alasan tersandung temuan dalam pemeriksaan atau kasus kriminal lainnya, masyarakat siap menerima.
"Tapi beliau ini berprestasi dalam tugas, kenapa diberhentikan begitu saja. Kami tokoh dan warga sayangkan keputusan itu,” terang Agus.
Ia menjelaskan sebetulnya rencananya warga, Senin (20/7) melakukan aksi di depan kantor lurah untuk mempertanyakan keputusan Bupati Omaleng.
Tapi karena warga ikut perkembangan akan ada demo besar-besaran di Kantor Bupati oleh OKIA, maka aksi depan kantor Lurah batal.
"Tidak apa-apa warga hanya mau tanya keputusan itu saja, dan selama bertugas Pemkab Mimika tahu keberhasilan-keberhasilan Lukas Muyapa seperti apa. Rakyat tidak mempertahankan dia terus di Sempan, bisa dipindahkan ke tempat lain dengan jabatan yang lebih tinggi atau jabatan yang sama," bebernya.
Tentang keberpihakan Lukas dalam pilkada lalu, Agus menuturkan semua warga Sempan tahu Lukas ada di pihak mana.
"Semua warga Sempan tahu pak Lurah ada dimana. Beliau turut berjuang menyukseskan pilkada di Kelurahan Sempan. Mungkin hanya satu atau dua RT yang lari tapi mayoritas mendukung suksesnya Pilkada," paparnya. (mar)

