Timika, fajarpapua.com
Bupati Mimika Eltinus Omaleng menegaskan, pejabat setingkat kepala dinas/badan yang dilantik Kamis (16/7) akan dinonjobkan jika ternyata dalam perjalanan waktu dirinya menemukan bukti pada Pilkada lalu adalah lawan politik. Selain itu, ia menyatakan wajar jika suku Toraja mendapat posisi di pemerintahan sebab mereka murni berjuang menggunakan dana pribadi, sedangkan yang lain mengharapkan dana dari dirinya.
Penegasan itu disampaikan Bupati Eltinus dihadapan ASN lingkungan Pemda Mimika pada apel pagi, Senin (20/7).
Berikut petikan langsung pernyatan Bupati Eltinus.
"Saya perlu sampaikan beberapa poin. Pertama begini, saya minum malam Jumat, hari Jumatnya saya mabuk kok seluruh masyarakat Mimika ikut mabuk?. Luar biasa, satu orang minum kok semua orang mabuk.
Yang kedua, mutasi pejabat itu hal biasa bukan hal baru. Ada yang terima dengan senang dan ada yang terima dengan sakit hati sedih dan lain-lain.
Tapi saya heran semua orang ikut sedih, ikut ribut, malah masyarakat lagi ikut ribut apa urusan masyarakat dengan pemerintah?. Itu herannya.
Yang ketiga bukan selalu suami harus sejalan dengan istri terus. Bagaimana jadinya kalau saya jalan dengan istri saya terus suatu saat boleh istri hadir, suatu saat tidak harus hadir.
Ketiga, saya mau kasih tahu semua anak-anak Amungme dan Kamoro dan masyarakat Kabupaten Mimika yang ada di sini, kalau saya ini ada di daerah lain tidak mungkin berikan kesempatan buat saya seperti apa yang saya berikan kepada kalian.
Syukur-syukur orang Kei diantara kemarin saya lantik 40 kursi jabatan yang saya kasih 40 orang lebih banyak daripada orang Papua, Papua hanya 20 orang yang dapat jabatan itu.
Menyangkut eselon dua, bagaimana kita mau langsung kasih jabatan sementara orang eselon 2 kemarin nyeberang sana tidak mungkinlah saya kasih jabatan.
Banyak orang cerita tentang orang Toraja kemarin pemilihan apakah semua warga Mimika melakukan apa yang dilakukan orang Toraja? Orang Toraja sendiri yang berjuang mereka berjuang mereka tanggung sendiri, mereka keluarkan uang sendiri, akomodasi transportasi konsumsi. Itulah perjuangan mereka sehingga mereka bisa dapat posisi. Kalau kita harapkan saya, saya yang keluar uang sendiri. Nah ngapain kalian ribut.
Hari ini coba-coba kalau demo dan lain-lain, 40 pejabat tersebut tadi saya akan non jobkan semua, saya tidak peduli dengan siapa-siapa. Orang sudah berikan kesempatan buat kalian kok bisa kasih hati minta jantung lagi. Saya tidak mau dengar kalian demo, kau bikin saya bikin lebih jahat lagi.
Tidak harus wakil bupati dampingi saya, tidak perlu semua. Kewenangan penuh ada di saya tidak boleh memanfaatkan orang Amungme dan Kamoro. Kamu bukan piring makan buat orang lain, kalian tidak dimanfaatkan, tidak boleh. Ini saatnya orang Amungme dan Kamoro pimpin daerah sendiri.
Saya kasih tahu, kepala distrik, kenapa saya sengaja kasih masuk orang Amungme semua. Saya mau dalam 1 atau 2 tahun kalian harus memiliki eselon 2, paham itu.
Tidak usah dengar suku-suku lain, ini daerah kita sendiri dan kamu jangan mudah dimanfaatkan oleh orang lain.
Jika ternyata kemarin yang disebut ada orang yang berseberangan dengan saya di dalam itu saya akan kasih keluar. Saya masih cek nama-nama (pejabat eselon II) jangan pikir saya diangkat ternyata pendukung lawan, saya akan kasih keluar itu.
Terakhir pejabat eselon 2 yang kemarin dilantik segera hari ini dan besok lakukan serah terima jabatan. Banyak orang tanya kenapa saya tidak batalkan, tidak, itu sah tidak akan batal jadi besok eselon 2 segera berikan serah terima jabatan," tandasnya.
Video rekaman Bupati Eltinus saat ini tengah beredar luas ditengah masyarakat Mimika.(ana)

