Lewati ke konten utama

Pemkab Mimika Kembangkan Brand Kampung, Bidik Penguatan Ekonomi Lokal hingga Pasar Ekspor

Redaksi Fajar PapuaPenulis
FanEditor
07.16 WIT2 menit baca515 dibaca
Bupati Mimika, Johannes Rettob
Bupati Mimika, Johannes RettobFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika mulai mengembangkan program brand kampung sebagai strategi memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal di setiap wilayah kampung.

Program tersebut diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, sekaligus membuka peluang pemasaran produk unggulan hingga pasar internasional.

Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, Pemkab Mimika saat ini tengah melakukan pendataan dan inventarisasi potensi kampung secara menyeluruh untuk menentukan identitas ekonomi unggulan masing-masing wilayah.

“Setiap kampung nantinya punya kekhususan. Ada kampung yang fokus pada jeruk, ada yang kakao atau cokelat, dan ada juga yang berbasis hasil perikanan. Semua itu sedang kami data dan susun,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan, langkah awal yang dilakukan pemerintah daerah adalah menyusun profil kampung berbasis potensi lokal. Pada tahun sebelumnya, profil telah disusun untuk 10 kampung, sedangkan pada tahun ini ditargetkan bertambah menjadi 30 kampung.

“Target kami, seluruh kampung di Mimika ke depan memiliki brand yang jelas, sehingga arah pembangunan lebih fokus dan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Johannes menuturkan, setiap kampung memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda, sehingga pendekatan pembangunan dilakukan secara spesifik sesuai keunggulan masing-masing wilayah.

Setelah penetapan brand kampung, organisasi perangkat daerah (OPD) akan diarahkan untuk memperkuat sektor unggulan tersebut, mulai dari produksi, pengolahan hingga pemasaran.

“Pemerintah daerah akan membantu dari sisi pemasaran. Bisa melalui pembelian langsung oleh Pemda, distribusi di dalam daerah, atau membuka akses pasar yang lebih luas,” bebernya.

Pemkab Mimika juga mulai menjalin kerja sama dengan pelaku UMKM dan perusahaan dari luar negeri, diantaranya dari China, Hong Kong, dan Jepang, guna memperluas pasar ekspor produk lokal.

Sejumlah komoditas unggulan seperti kepiting dan udang disebut telah memiliki pasar ekspor yang siap menyerap hasil produksi masyarakat.

“Pasarnya sudah ada. Sekarang tinggal bagaimana kita meningkatkan produksi dan kualitas. Kita tidak bisa hanya bergantung pada hasil tangkapan, tetapi harus mulai mengembangkan budidaya,” tandasnya.

Melalui program tersebut, Pemkab Mimika menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor non-tambang, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya alam tertentu.

“Ke depan kita ingin ada sumber pendapatan baru dari sektor lain. Brand kampung ini menjadi salah satu strategi untuk mewujudkan itu,” pungkasnya.

Program brand kampung dinilai menjadi langkah konkret Pemkab Mimika dalam membangun ekonomi daerah yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan bertumpu pada potensi lokal masyarakat.