Surakarta, fajarpapua.com - Jika tidak ada aral melintang, fasilitas Water Treatment Plant (WTP) yang dibangun PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana akan diserahkan secara resmi kepada Pemkab Mimika pada Desember 2026.
Menjelang penyerahan fasilitas berteknologi modern tersebut, Pemkab Mimika mulai mempersiapkan sejumlah hal mulai dari rancangan Perda Pembentukan Perumdam hingga kesiapan SDM instansi pengelola.
Bupati Mimika, Johannes Rettob memastikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika serius membenahi layanan air bersih dan sanitasi bagi masyarakat dengan melakukan studi tiru ke Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Toya Wening, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (19/6/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung Bupati Rettob bersama sejumlah pejabat daerah, diantaranya perwakilan Unicef, Kepala Dinas PUPR Inosensius Yoga Pribadi, Kepala Dinas Kesehatan Godfried Maturbongs, Sekretaris PUPR Samy Sahetapi, Kabid Cipta Karya Awaluddin Sully, serta perwakilan Bappeda dan Dinas Lingkungan Hidup Mimika.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surakarta yang telah menerima rombongan Pemkab Mimika untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan air minum serta air limbah domestik.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Surakarta yang telah berkenan menerima kami untuk belajar dan berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan air minum dan air limbah domestik," ujarnya.
Ia menuturkan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkab Mimika untuk meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat, khususnya di sektor penyediaan air bersih dan sanitasi. Menurutnya, tata kelola air minum dan air limbah domestik yang baik memiliki peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menjaga kualitas lingkungan, sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Dalam studi tiru tersebut, Pemkab Mimika memfokuskan pembelajaran pada tiga aspek utama, yakni memperoleh pemahaman komprehensif mengenai tata kelola air minum dan air limbah domestik, mulai dari kebijakan, regulasi, kelembagaan, pembiayaan hingga pengawasan.
Selain itu, rombongan juga mempelajari berbagai inovasi dan praktik terbaik yang telah diterapkan Pemerintah Kota Surakarta dalam penyelenggaraan layanan air minum dan sanitasi.
"Pengalaman dan capaian Surakarta menjadi referensi penting bagi kami dalam meningkatkan kualitas layanan di Mimika," katanya.
Pemkab Mimika juga berupaya mengadaptasi berbagai pengalaman tersebut sesuai dengan kondisi geografis, sosial, dan ekonomi Kabupaten Mimika.
Bupati Rettob berharap hasil kunjungan itu tidak hanya berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata untuk meningkatkan pelayanan publik.
"Kami ingin memastikan pembelajaran ini dapat diterapkan secara efektif sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari sisi kesehatan, lingkungan, maupun kesejahteraan," bebernya.
Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman agar semakin banyak pengetahuan yang diperoleh dalam rangka menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.
"Semakin banyak pengetahuan yang kita peroleh, semakin besar peluang kita menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat," pungkasnya.(tim







