Lewati ke konten utama

Gubernur Papua Luncurkan Kartu "Pace Mace', Siapkan Generasi Unggul Papua

Redaksi Fajar PapuaPenulis
14.34 WIT2 menit baca93 dibaca
Gubernur Papua, Matius Fakhiri saat menyerahkan kartu pintar Pace Mace
Gubernur Papua, Matius Fakhiri saat menyerahkan kartu pintar Pace MaceFoto / PAPUA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri meluncurkan program Kartu Pace Mace di Jayapura, Jumat (12/6). Program ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Papua dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) menuju Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis.

Dalam sambutannya, Fakhiri menyebut Kartu Pace Mace bukan sekadar program bantuan pendidikan, melainkan sebuah gerakan untuk mempersiapkan generasi masa depan Papua.

"Hari ini adalah peluncuran sebuah komitmen dan gerakan besar untuk membangun sumber daya manusia Papua. Ini langkah awal menuju Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis," katanya.

Fakhiri menilai pembangunan manusia harus menjadi prioritas utama karena kualitas SDM menjadi faktor penentu kemajuan daerah. Menurut dia, Papua memiliki kekayaan alam yang melimpah, namun aset terbesar daerah ini adalah generasi mudanya.

"Papua memiliki emas, tembaga, hutan dan laut yang luar biasa. Namun kekayaan terbesar Papua sesungguhnya adalah anak-anak mudanya," ujarnya.

Ia menjelaskan, Kartu Pace Mace dirancang sebagai siklus pembangunan SDM yang berkelanjutan. Pace merupakan singkatan dari Pelajar Cerdas, sedangkan Mace adalah Mahasiswa Cerdas.

Melalui program tersebut, anak-anak Papua diharapkan dapat menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi dan kelak kembali mengabdi sebagai pemimpin, tenaga profesional maupun tokoh masyarakat di daerahnya.

Pemerintah Provinsi Papua juga tengah menyiapkan program Kartu Sehat sebagai pendukung pembangunan SDM. Menurut Fakhiri, kesehatan dan pendidikan merupakan dua sektor yang tidak dapat dipisahkan dalam menciptakan generasi unggul.

Selain memperkuat akses pendidikan, pemerintah juga menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Papua untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Fakhiri menargetkan dalam 15 hingga 20 tahun mendatang akan lahir pemimpin-pemimpin Papua dari program Pace Mace, mulai dari kepala daerah, akademisi, profesional, pengusaha hingga pemimpin di berbagai sektor strategis.

"Saya bermimpi 15 hingga 20 tahun ke depan akan lahir para pemimpin yang pernah menjadi bagian dari program Pace Mace. Itulah investasi terbesar yang sedang kita lakukan hari ini," tuturnya.

Ia menambahkan, pendidikan tidak boleh berhenti pada pemberian beasiswa, tetapi harus berujung pada tersedianya kesempatan kerja dan ruang berkarya bagi generasi muda. Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua akan memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, BUMN, BUMD, sektor swasta, perguruan tinggi, serta pemerintah kabupaten dan kota untuk menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.

"Kami ingin generasi muda Papua tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi pelaku pembangunan dan pencipta lapangan kerja," pungkasnya. (hsb)