Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Niat Cari Ikan, Warga Sentani Malah Temukan Bom Perang Dunia II

Bom yang ditemukan warga Sentani
Bom yang ditemukan warga SentaniFoto / PAPUA
Redaksi Fajar Papua2 menit baca46 kali dibaca

Jayapura, fajarpapua.com – Warga Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua menemukan sebuah bom mortir yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II saat mencari ikan di Kali Ariyau, Selasa (2/6/2026).

Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian karena berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan melalui Kapolsek Sentani Kota AKP Bernadus Yunus mengatakan, laporan diterima setelah seorang warga menemukan benda mencurigakan saat mencari ikan bersama rekan-rekannya di sepanjang Kali Ariyau.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Sentani Kota segera mendatangi lokasi menggunakan kendaraan patroli untuk melakukan pengamanan.

"Setelah tiba di lokasi, petugas segera mengamankan tempat kejadian perkara, melakukan sterilisasi area, serta meminta keterangan dari saksi guna memastikan kondisi dan kronologi penemuan benda berbahaya tersebut," kata Bernadus, Rabu (3/6/2026).

Berdasarkan keterangan saksi, benda tersebut ditemukan saat mereka menggali tanah untuk membuat perangkap ikan.

Saat itu, warga menemukan benda besi berbentuk menyerupai jantung pisang. Tidak lama kemudian, benda tersebut mengeluarkan asap.

Karena curiga benda itu merupakan bom, mereka langsung meninggalkan lokasi dan melaporkannya kepada keluarga yang kemudian meneruskan informasi kepada polisi.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan benda tersebut merupakan bom mortir peninggalan Perang Dunia II dengan panjang sekitar 85 sentimeter, diameter 18 sentimeter, dan berat sekitar 10 kilogram.

Untuk memastikan keamanan warga, Polsek Sentani Kota berkoordinasi dengan Unit Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Papua.

Tim Jibom yang dipimpin Iptu Sharul Mubarak kemudian melakukan disposal atau pemusnahan sesuai prosedur penanganan bahan peledak.

Sharul menjelaskan, bom mortir tersebut masih memiliki potensi bahaya sehingga harus ditangani oleh personel yang memiliki keahlian dan peralatan khusus.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, maupun mencoba membuka benda-benda mencurigakan yang diduga sebagai bahan peledak. Segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat dilakukan penanganan secara aman dan profesional," ujarnya.

Proses disposal berlangsung aman dan terkendali. Sisa material hasil pemusnahan kemudian diamankan Unit Jibom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Bernadus mengapresiasi langkah cepat warga yang segera melaporkan temuan tersebut sehingga dapat ditangani tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian lainnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada karena masih terdapat kemungkinan ditemukan sisa amunisi maupun bahan peledak peninggalan Perang Dunia II di sejumlah wilayah Kabupaten Jayapura.(hsb)