Timika, fajarpapua.com - Sejumlah petugas kesehatan di Puskesmas Tapormai, Distrik Mimika Barat Jauh, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengeluhkan dugaan penyalahgunaan dana operasional puskesmas oleh Kepala Puskesmas Tapormai.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan beberapa petugas, sejak Kepala Puskesmas Tapormai dilantik hingga saat ini pengelolaan dana operasional puskesmas dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kondisi tersebut diklaim berdampak langsung terhadap pelayanan kesehatan dan aktivitas operasional petugas di lapangan.
Salah satu petugas yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, selama beberapa tahun terakhir, petugas seringkali harus menggunakan dana pribadi untuk menunjang kebutuhan pelayanan kesehatan karena keterbatasan dana operasional yang tersedia.
"Bahkan ketika kami harus melakukan perjalanan ke Tapormai untuk keperluan pelayanan dan tugas kedinasan, kami terpaksa mengumpulkan uang secara swadaya antarpetugas untuk membayar biaya transportasi atau driver," ujarnya.
Menurut petugas tersebut, kondisi ini telah berlangsung cukup lama dan menimbulkan keresahan di kalangan tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah tersebut. Mereka mempertanyakan transparansi penggunaan dana operasional yang seharusnya digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
Para petugas berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Mimika, khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, untuk segera melakukan evaluasi terhadap pengelolaan anggaran di Puskesmas Tapormai.
"Kami meminta Kepala Dinas Kesehatan segera turun tangan melakukan pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh. Jika ditemukan adanya pelanggaran atau penyalahgunaan kewenangan, kami berharap ada tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku, termasuk mempertimbangkan pencopotan Kepala Puskesmas," kata salah seorang petugas.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Puskesmas Tapormai belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika juga belum memberikan tanggapan atas keluhan yang disampaikan para petugas.
Para petugas berharap persoalan ini dapat segera ditindaklanjuti agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Distrik Mimika Barat Jauh tidak terganggu dan seluruh dana operasional puskesmas dapat digunakan secara transparan, akuntabel, serta sesuai peruntukannya.(ron)

