Timika, fajarpapua.com - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim telah membantai beberapa pendulang emas ilegal di wilayah Korowai dan Yahukimo.
Jubir TPNPB-OPM, Sebby Sambom, Rabu (20/5/2026) mengatakan, operasi pembantaian dipimpin Kopitua Heluka. Ia menyebut operasi tersebut dilakukan sebagai aksi balasan atas tewasnya dua anggota TPNPB yang ditembak aparat militer Indonesia di Yahukimo pekan lalu.
“Kami telah melakukan operasi pembersihan mulai tanggal 17 Mei sampai 20 Mei 2026 dan berhasil menembak mati anggota TNI-Polri yang menyamar sebagai pendulang emas ilegal,” katanya.
Sebby menyebut operasi tersebut dilakukan bersama pasukan TPNPB dari Batalyon Yamue di bawah pimpinan Kumis Passe dan Dejang Heluka.
Dikemukakan, seluruh anggota yang terlibat bertanggung jawab atas aksi penembakan tersebut. Ia juga menyampaikan ancaman akan terus melakukan operasi terhadap aparat keamanan Indonesia di wilayah Papua.
Sementara itu, Dejang Heluka dalam pernyataannya mengaku tidak akan meninggalkan lokasi operasi dan menunggu pemerintah Indonesia mengambil jenazah para korban.
TPNPB juga menegaskan operasi tersebut disebut sebagai bentuk pembalasan atas kematian anggota mereka yang sebelumnya ditembak aparat keamanan Indonesia.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun Polri terkait klaim penembakan tersebut.

