Timika, fajarpapua.com - Pemerintah Kabupaten Mimika mencatat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 mencapai lebih dari Rp560 miliar hingga pertengahan Mei 2026 atau sekitar 11,38 persen dari total APBD.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika Marthen Mallisa mengatakan, realisasi anggaran saat ini masih didominasi belanja operasional, sementara belanja modal masih berada dalam proses administrasi dan pelelangan proyek.
“Kalau dirupiahkan realisasinya sudah sekitar Rp560 miliar lebih sampai 18 Mei 2026. Presentasenya mencapai 11,38 persen,” ujarnya, Senin (18/5).
Marthen menjelaskan, rendahnya realisasi belanja modal bukan karena program pemerintah belum berjalan, melainkan sebagian besar kegiatan fisik masih dalam tahapan tender dan penandatanganan kontrak kerja.
Menurut dia, pencairan anggaran proyek pembangunan baru dapat dilakukan setelah seluruh proses administrasi rampung, termasuk pelelangan dan kontrak resmi.
“Belanja operasional memang lebih besar saat ini. Sedangkan belanja modal masih berproses karena harus melalui tahapan pelelangan. Setelah kontrak berjalan baru bisa dilakukan pembayaran uang muka,” bebernya.
Ia menuturkan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Mimika tetap menjalankan program masing-masing, meski penyesuaian administrasi di awal tahun anggaran membuat proses realisasi membutuhkan waktu lebih panjang.
“Kalau dibilang belum kerja itu tidak benar. Semua OPD sudah bekerja, hanya memang masih berproses. Apalagi kita baru selesai berbagai penyesuaian administrasi di awal tahun,” katanya.
Marthen optimistis realisasi APBD akan meningkat signifikan pada semester kedua tahun berjalan. Pemkab Mimika kini fokus mempercepat pelaksanaan program prioritas agar target serapan anggaran dapat tercapai.
“Memang ada sedikit keterlambatan, tapi tidak terlalu lambat. Sekarang kami bekerja optimal untuk mengejar progres karena triwulan kedua juga segera berakhir dan kita akan masuk semester dua,” tandasnya. (moa)

