Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Tiga Anak Penderita Stunting di Wania Jadi Fokus Penanganan Dharma Wanita Mimika

image
imageFoto / MIMIKA
Redaksi3 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com – Tiga anak penderita stunting di Distrik Wania, Kabupaten Mimika menjadi fokus penanganan awal Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Mimika melalui program intervensi gizi dan pendampingan kesehatan yang mulai dijalankan, Sabtu (16/5).

Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Mimika, Bernadetha Kateyau menegaskan komitmen organisasinya dalam mendukung upaya penanganan stunting di Kabupaten Mimika.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan langsung bersama Distrik Wania ke rumah anak-anak yang mengalami stunting sebagai langkah awal intervensi terpadu, Sabtu (16/5).

Dalam kunjungan tersebut, Dharma Wanita Mimika menyasar tiga anak dari dua keluarga di Distrik Wania sebagai fokus penanganan awal.

Program ini menjadi bagian dari upaya nyata mendukung peningkatan kesehatan dan gizi anak di wilayah tersebut.

Bernadetha mengatakan, Distrik Wania dipilih karena data awal terkait kasus stunting yang diterima Dharma Wanita berasal dari wilayah itu.

Berdasarkan data tersebut, pihaknya bergerak cepat melakukan pendampingan dan penanganan secara langsung.

“Ketiga anak ini akan menjadi sasaran utama intervensi kami. Setelah melakukan kunjungan langsung, kami melihat ada beberapa hal yang harus segera ditangani bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program penanganan stunting yang dijalankan meliputi pemberian makanan pendamping selama tiga bulan penuh.

Program tersebut dilakukan melalui kolaborasi bersama Distrik Wania, Puskesmas Wania, kader PKK, dan Tim Pendamping Keluarga.

Menurutnya, makanan pendamping yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing anak dan dihitung langsung oleh petugas gizi agar tepat sasaran.

“Selama tiga bulan ke depan anak-anak ini akan mendapat makanan utama setiap hari dan perkembangannya dipantau secara berkala setiap minggu,” katanya.

Bernadetha juga menyoroti sejumlah faktor penyebab stunting, mulai dari kondisi lingkungan, ekonomi keluarga, hingga kesehatan ibu sebelum dan selama masa kehamilan.

Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi sejak usia remaja demi menciptakan generasi sehat dan bebas stunting di masa depan.

“Kalau ibunya sehat, pasti anaknya juga sehat. Anak-anak muda sekarang harus lebih memperhatikan kesehatan diri, gizi, dan masa depan mereka supaya nantinya melahirkan generasi yang cerdas dan sehat,” tuturnya.

Selain itu, ia mengajak generasi muda agar lebih serius dalam menempuh pendidikan dan mempersiapkan diri sebelum membangun rumah tangga agar mampu bertanggung jawab terhadap keluarga di kemudian hari.

Sementara itu, Kepala Distrik Wania, Ria Mandiwa menyampaikan apresiasi kepada Dharma Wanita Kabupaten Mimika yang telah turun langsung melihat kondisi masyarakat di wilayahnya.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan penanganan stunting di Distrik Wania.

“Kami sangat berterima kasih karena Dharma Wanita langsung turun ke distrik. Harapan kami ke depan komunikasi dan kerja sama ini terus berjalan sehingga lebih banyak anak yang bisa disentuh melalui program penanganan stunting,” ungkapnya. (moa)