Timika, fajarpapua.com - Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah melakukan penjaringan aspirasi terhadap masyarakat Orang Asli Papua (OAP) terkait Otonomi khusus (Otsus) dan situasi keamanan.
Kegiatan yang dihadiri para tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa dan Lembaga Adat tersebut digelar di Hotel Cendrawasih 66, Sabtu (16/5).
Ketua MPR Papua Tengah Agustinus Anggaibak mengatakan, pihaknya melakukan penjaringan aspirasi di 8 Kabupaten salah satunya Kabupaten Mimika dengan mendengarkan langsung masukan dan keluhan dari masyarakat.
"Ini bukan reses ya, kami dengar dan terima aspirasi dari masyarakat terkait Otsus dan keamanan di Papua. Hal tersebut karena banyaknya penolakan dari OAP terkait Otsus jilid II dan keamanan yang semakin lama banyak pertumpahan darah dan korban," katanya.
Menurut Agus, tujuan dari penjaringan aspirasi dan masukan ini untuk mencari solusi bagaimana Papua bisa sejahtera dan tetap aman. Karena menurut masyarakat hingga saat ini Otsus belum memberikan kesejahteraan bagi OAP dan situasi keamanan yang belum terjamin.
"Tujuannya kami cari solusi dengan mendengar aspirasi masyarakat, karena sekarang yang menerima dampak dari Otsus maupun keamanan itu masyarakat. Kita tidak bisa hanya berargumen diatas meja tapi harus turun dan mendengarkan langsung dari masyarakat," tuturnya.
Agus mengungkapkan, nantinya aspirasi yang diterima akan diplenokan selanjutnya dilaporakan kepada Pemerintah Pusat. Sehingga apa yang disampaikan kepada Pemerintah Pusat memang dari suara masyarakat Papua.
"Aspirasi ini bukan sampai disini saja, nanti kami plenokan bersama MRP Se-tanah Papua dan selanjutnya aspirasi murni ini kami sampaikan kepada Pemerintah Pusat. Sehingga aspirasi ini jujur disampaikan dan dorong ke Pemerintah Pusat kita harus sampaikan supaya ada solusi," ungkapnya.
Agus menegaskan, Otsus Papua harus diberikan seperti Aceh dimana Pemerintah Pusat memberikan Otsus dibarengi dengan situasi keamanan yang benar-benar aman.
"Pemerintah pusat itu harus berikan Otsus seperti Aceh dimana dilaksanakan dengan benar-benar aman, masyarakatnya aman tidak ada konflik lagi. Dengan demikian Otsus jilid II ini harus berhasil dan tidak ada lagi pertumpahan darah di tanah Papua, siapapun tidak ada lagi yang mati," tegasnya.(ron)

