Timika, fajarpapua.com – Semangat perjuangan pahlawan nasional asal Maluku, Thomas Matulessy kembali digaungkan dalam peringatan Hari Pattimura ke-209 yang berlangsung di pelataran Gedung Eme Neme Yauware, Jumat (15/5).
Peringatan Hari Pattimura di Kabupaten Mimika berlangsung penuh semangat kebersamaan dan nuansa persaudaraan.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Mimika Johannes Rettob mengajak seluruh masyarakat Maluku di Mimika untuk terus menjaga nilai “hidup orang basudara” sebagai warisan luhur yang mampu mempersatukan masyarakat di tengah keberagaman.
Menurut Johannes Rettob, falsafah hidup orang basudara bukan sekadar slogan, melainkan nilai persaudaraan sejati yang mampu melampaui perbedaan suku, agama, ras maupun budaya.
“Peringatan Pattimura jangan hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi harus menjadi pengingat akan perjuangan, keberanian, persatuan dan pengorbanan Pattimura dalam mempertahankan martabat bangsa,” ujarnya.
Ia menegaskan, semangat perjuangan Pattimura harus terus diwariskan kepada generasi muda Maluku agar memiliki jiwa patriotisme, kreativitas, serta semangat membangun daerah.
Mengangkat tema “Dari Pedang ke Inovasi, Dari Obor ke Digital Menuju Mimika Gerbang Emas”, Rettob menilai tema tersebut memiliki pesan kuat agar masyarakat Maluku mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa melupakan nilai perjuangan para leluhur.
“Anak-anak Maluku harus terus berkarya, berinovasi dan ikut membantu pemerintah dalam membangun Mimika yang lebih baik,” katanya.
Rettob juga menegaskan Mimika merupakan daerah yang dihuni berbagai suku, budaya dan bahasa.
Namun di tengah keberagaman itu, seluruh masyarakat harus tetap hidup berdampingan dalam semangat persatuan dan menjaga keutuhan NKRI.
Ia turut memberikan apresiasi kepada Ikatan Keluarga Maluku Kabupaten Mimika yang dinilai terus menjaga toleransi, kebersamaan serta keharmonisan sosial di Kabupaten Mimika.
“Orang Maluku sudah banyak berkontribusi dalam pembangunan Mimika, baik di bidang pemerintahan, pendidikan, ekonomi, budaya maupun sosial kemasyarakatan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Rettob juga mengajak masyarakat Maluku untuk terus merawat semangat pela gandong sebagai simbol persaudaraan dan kebersamaan yang diwariskan para leluhur.
Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Maluku Kabupaten Mimika, Markus Samaran mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat Maluku yang terus hadir dan terlibat dalam rangkaian peringatan Hari Pattimura setiap tahunnya.
Menurutnya, berbagai kegiatan sosial dan perlombaan yang digelar menjadi bukti bahwa masyarakat Maluku tidak hanya hadir untuk bekerja di Mimika, tetapi juga ikut membangun persaudaraan dan mendukung pembangunan daerah.
“Tunjukkan bahwa generasi Maluku adalah generasi yang bermartabat dan membawa damai. Pattimura reborn membangun Mimika, beta Maluku beta Indonesia,” tandasnya. (moa)

