Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Bupati dan Wakil Bupati Mimika bersama Karantina Hewan dan Bea Cukai menunjukkan kepiting bakau yang akan diekspor.

image
imageFoto / MIMIKA
Redaksi3 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com – Produk perikanan asal Kabupaten Mimika akhirnya berhasil menembus pasar internasional.

Sebanyak 240 kilogram kepiting bakau atau Karaka diekspor ke Malaysia dan Singapura melalui Bandara Mozes Kilangin Timika, Rabu (13/5).

Ekspor tersebut dilakukan oleh PT Hoki Laut Perkasa dan dilepas langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong dalam seremoni pelepasan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kantor UPBU Mozes Kilangin Timika.

Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala KPPBC TMP C Timika, Yudi Amirullah, Plt Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Papua Anton Panji Mahendra, serta perwakilan UPBU Mozes Kilangin Timika, Edi Siswanto.

Prosesi pelepasan ekspor ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Rettob sebelum kendaraan pengangkut bergerak menuju bandara untuk proses pengiriman ke luar negeri.

Bupati Rettob mengatakan keberhasilan ekspor kepiting bakau tersebut menjadi tonggak penting bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir dan pengembangan UMKM di Mimika.

Menurutnya, keberhasilan menembus pasar Malaysia dan Singapura membuktikan bahwa produk lokal Mimika memiliki kualitas dan daya saing di pasar global.

“Ekspor hari ini menjadi tonggak penting bagi pertumbuhan UMKM dan ekonomi masyarakat Mimika,” ujar Bupati Rettob.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Mimika akan terus mendorong pengembangan UMKM melalui dukungan legalitas usaha seperti sertifikasi BPOM, izin kesehatan hingga sertifikat halal agar semakin banyak produk lokal yang dapat dipasarkan ke luar negeri.

Selain itu, Bupati Rettob meminta dinas teknis memperkuat pembinaan masyarakat pesisir agar mulai mengembangkan budidaya kepiting bakau dan komoditas laut lainnya secara berkelanjutan.

“Kita tidak boleh hanya mengambil hasil hari ini saja, tetapi harus memikirkan keberlanjutan dengan budidaya supaya produk selalu tersedia,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Timika, Yudi Amirullah mengatakan pihaknya siap mendukung pelaku UMKM dan eksportir lokal agar mampu bersaing di pasar internasional.

Menurutnya, Mimika memiliki potensi ekspor yang besar, tidak hanya kepiting bakau, tetapi juga minyak buah merah dan berbagai produk olahan hasil perikanan lainnya.

“Ini langkah awal yang sangat baik. Ke depan kami berharap semakin banyak eksportir baru dari Mimika yang mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.

Plt Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Papua, Anton Panji Mahendra menyebut keberhasilan ekspor tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas instansi dalam menjaga kualitas produk daerah hingga memenuhi standar internasional.

Hal senada disampaikan perwakilan UPBU Mozes Kilangin Timika, Edi Siswanto. Ia memastikan pihak bandara siap mendukung aktivitas ekspor UMKM dari sisi fasilitas maupun personel guna menjaga kualitas produk selama proses pengiriman.

“Sebagai pihak bandara, kami siap mendukung aktivitas ekspor UMKM baik dari sisi fasilitas maupun personel. Kolaborasi sangat penting untuk menjaga kualitas produk ekspor,” pungkasnya. (moa)