Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Oknum TNI Masuk Ruang Privat Pastor Saat Pengamanan Wapres di Timika, Kasdim: Kami Mohon Maaf

image
imageFoto / MIMIKA
Redaksi3 menit baca2 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com – Insiden dugaan tindakan tidak sopan oleh oknum personel TNI terjadi saat pengamanan kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Peristiwa tersebut berlangsung di lingkungan Gereja Katedral Tiga Raja Timika dan menjadi sorotan setelah disampaikan dalam kotbah oleh Pastor Amandus Rahadad.

Dalam penyampaiannya, Pastor Amandus mengungkapkan beberapa oknum aparat masuk hingga ke lantai dua area pastoran yang merupakan ruang privat, termasuk kamar tidur dan tempat istirahat para pastor.

Ia menegaskan bahwa area tersebut bukan ruang publik dan seharusnya tidak dimasuki tanpa izin.

“Pada saat kunjungan Wakil Presiden, ada oknum aparat berpangkat Praka, Pratu, dan Prada yang langsung menuju ruang privat pastor. Padahal itu adalah ruang tidur. Kami perlu ingatkan bahwa Gereja Katolik tidak pernah mendukung kejahatan,” ujarnya dalam kotbah.

Selain itu, kesaksian dari anggota komunitas Tunggal Hati Seminari–Tunggal Hati Maria (THS-THM) juga menyebutkan adanya orang tidak dikenal yang kerap berada di area gereja saat misa, bahkan mengambil gambar secara diam-diam ketika ibadah berlangsung.

Menanggapi hal tersebut, Kasdim 1710/Mimika Mayor Munir mewakili Dandim membenarkan adanya kejadian tersebut.

Ia menyebut tindakan oknum anggota terjadi karena berlebihan dalam menjalankan tugas pengamanan serta adanya miskomunikasi di lapangan.

“Dari hasil investigasi, benar ada anggota yang bertindak di luar prosedur. Seharusnya hanya bertugas di bagian depan, namun naik ke lantai dua tanpa koordinasi dan izin terlebih dahulu,” jelasnya, Rabu (29/4).

Ia menambahkan, meskipun saat itu anggota sempat didampingi untuk melihat situasi pengamanan, tetap terdapat prosedur yang tidak dijalankan dengan baik sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.

Pihak TNI, lanjutnya, telah menemui Pastor Amandus secara langsung untuk menyampaikan permohonan maaf.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan diterima dengan baik oleh pihak gereja.

“Kami sudah bertemu langsung dengan bapak Pastor, dan beliau menerima permohonan maaf kami dengan terbuka. Kami sangat mengapresiasi sikap tersebut,” ungkap Mayor Munir.

Kasdim juga membantah isu yang beredar terkait dugaan penggeledahan atau pengacakan kamar pastor.

Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan telah diklarifikasi langsung oleh pihak gereja.

“Tidak benar ada tindakan mengacak-acak kamar. Begitu juga tuduhan intimidasi saat pertemuan, itu tidak terjadi. Pertemuan berlangsung baik dan penuh kekeluargaan,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, TNI akan memberikan sanksi pembinaan dan disiplin kepada oknum personel yang terlibat sesuai aturan yang berlaku, guna meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.

Mayor Munir juga menegaskan TNI menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal serta menghormati tempat ibadah, sebagaimana arahan pimpinan.

“Kami mewakili Dandim menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini yang telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi umat. Ke depan, kami pastikan anggota lebih profesional dalam bertugas,” tutupnya. (ron)