Timika, fajarpapua.com – Jeki Murib, sosok yang diduga sebagai penembak dua karyawan PT Freeport Indonesia di area Grasberg pada 11 Maret 2026 lalu, akhirnya tewas.
Komandan Operasi Kepala Air OPM Kodap 18 Ilaga itu tewas dalam baku tembak dengan prajurit TNI di Kampung Pinapa, Distrik Omukia, Papua, pada 20 April 2026.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna dalam keterangannya kepada media, Selasa (28/4) membenarkan peristiwa tersebut.
Ia menyebut, Jeki Murib merupakan sosok yang bertanggung jawab atas berbagai aksi kekerasan di Papua, termasuk penembakan terhadap dua karyawan PT Freeport Indonesia di area Grasberg yang mengakibatkan satu korban bernama Simson Mulia meninggal dan satu korban lainnya Abraham Marindal mengalami luka-luka.
“Betul, aksi baku tembak tersebut menewaskan Jeki Murib,” ujar Wirya, seperti dikutip dari Antara.
Menurutnya, aksi-aksi yang dilakukan kelompok bersenjata tersebut telah menimbulkan ketakutan luas di tengah masyarakat, serta berdampak langsung pada terganggunya aktivitas ekonomi, khususnya di wilayah tambang dan sekitarnya.
“Penembakan terhadap dua karyawan Freeport menjadi salah satu aksi yang sangat meresahkan karena menyasar pekerja sipil dan mengganggu stabilitas keamanan,” jelasnya.
Wirya menegaskan, kehadiran Koops Habema bertujuan menghentikan rangkaian teror yang dilakukan kelompok tersebut, sekaligus memastikan perlindungan bagi masyarakat Papua.
Langkah penindakan itu, lanjut dia, merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025, khususnya Pasal 7 ayat (2) huruf B poin 1 dan 2, terkait penanganan gerakan separatis bersenjata.
Selain itu, operasi tersebut juga sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 yang mengedepankan pendekatan terpadu antara keamanan dan kesejahteraan di Papua.
“Prioritas utama adalah perlindungan masyarakat dan percepatan pembangunan,” tegasnya.
Dengan dilumpuhkannya Jeki Murib, TNI berharap situasi keamanan di Papua, khususnya di wilayah Ilaga dan Tembagapura, dapat kembali kondusif sehingga masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa takut.
Daftar Aksi Jeki Murib
Koops Habema juga merilis sejumlah aksi yang diduga dilakukan Jeki Murib selama beroperasi di wilayah Papua.
Berikut daftar aksinya: 1. Pembakaran kompleks tower di Kampung Kago, Distrik Ilaga (15 Agustus 2023).
2. Pembunuhan dan penganiayaan pekerja pembangunan puskesmas di Kampung Eromaga, Distrik Omukia (19 Oktober 2023).
3. Penembakan di Bandara Aminggaru (18 Juni 2025).
4. Penyanderaan 18 karyawan Freeport di Tower 270, Distrik Tembagapura (8 Januari 2026).
5. Penyerangan dan perampasan senjata terhadap dua anggota Koramil Tembagapura serta melukai warga sipil (11 Februari 2026).
6. Oenembakan terhadap dua karyawan Freeport di area Grasberg serta penyerangan aparat saat evakuasi korban (11 Maret 2026).
Wirya kembali menegaskan, seluruh tindakan yang dilakukan Koops Habema merupakan langkah terukur dalam rangka menjaga stabilitas keamanan nasional.
“Dengan penindakan ini, kami berharap masyarakat dapat kembali hidup aman dan aktivitas pembangunan berjalan lancar,” pungkasnya. (mas)

