Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Ukir Sejumlah Prestasi Nasional di HUT Otda ke-30, Bukti Kabupaten Mimika Daerah Progresif di Timur Indonesia

image
imageFoto / MIMIKA
Redaksi3 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com– Momentum peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 yang jatuh pada 25 April 2026 menjadi panggung pembuktian bagi Kabupaten Mimika.

Di bawah kepemimpinan Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong, Kabupaten Mimika ini berhasil menorehkan sejumlah prestasi tingkat nasional dalam kurun satu tahun terakhir, terhitung sejak Maret 2025 hingga April 2026.

Prestasi tersebut memperkuat posisi Mimika sebagai salah satu kabupaten paling progresif di kawasan timur Indonesia.

Dengan capaian yang mencakup aspek toleransi, tata kelola pemerintahan, hingga inovasi pembangunan daerah, Kabupaten Mimika mensejajarkan dirinya dengan wilayah lain di bagian barat Indonesia yang lebih maju.

Pengakuan Nasional di Bidang Toleransi

Salah satu capaian paling menonjol adalah penghargaan di bidang toleransi Mimika dinobatkan sebagai daerah dengan kepemimpinan terbaik dalam mendorong nilai-nilai toleransi oleh Kementerian Hak Asasi Manusia pada April 2026.

Tak hanya itu, Kabupaten Mimika menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kabupaten dengan Kepemimpinan Toleransi Terbaik di Indonesia berdasarkan studi Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 yang diselenggarakan SETARA Institute.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara peluncuran IKT 2025 yang berlangsung di Hotel Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Rabu (22/4).

Kegiatan ini merupakan publikasi kesembilan sejak pertama kali diluncurkan pada 2015.

Dalam piagam penghargaan, Kabupaten Mimika dinilai berhasil menunjukkan kepemimpinan daerah yang mendorong praktik toleransi, kerukunan, dan promosi keberagaman di tengah masyarakat yang majemuk.

Di tingkat nasional, Bupati Mimika Johannes Rettob juga menerima penghargaan dalam ajang KWP Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Koordinatoriat Wartawan Parlemen di Jakarta.

Bupati Johannes Rettob dianugerahi predikat sebagai kepala daerah yang fokus pada inovasi daerah untuk kesejahteraan masyarakat.

Penghargaan ini mencerminkan keberhasilan pemerintah daerah dalam menghadirkan terobosan kebijakan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Raih Harmony Award 2025

Selain itu pada 28 November 2025. Bupati Mimika, Johannes Rettob juga menerima Harmony Award 2025 dari Menteri Agama RI karena berhasil menjadi daerah paling Harmony.

Luar biasanya Kabupaten Mimika berhasil mengungguli 514 kabupaten/kota se-Indonesia setelah memenangkan Harmony Award 2025 dengan keluar sebagai juara pertama.

Artinya Kabupaten Mimika yang dikenal sebagai daerah paling majemuk ternyata paling kuat menjaga persaudaraan menurut Kementerian Agama Republik Indonesia.

Selain meraih peringkat 1 kinerja terbaik pemerintah daerah tingkat kabupaten, Mimika juga mencatat prestasi lainnya.

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Mimika turut meraih penghargaan nasional sebagai FKUB Inspiratif tingkat kabupaten, mengukuhkan sinergi pemerintah daerah dan elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan.

Dengan capaian tersebut, Mimika tampil sebagai teladan nasional dalam merawat harmony sosial dan keberagaman budaya

Transformasi Birokrasi dan Kemandirian Fiskal

Dalam aspek tata kelola, Pemerintah Kabupaten Mimika terus melakukan pembenahan birokrasi melalui penerapan sistem manajemen talenta berbasis digital sejak awal 2026.

Sistem ini memungkinkan penempatan pejabat secara lebih objektif berdasarkan kompetensi.

Dari sisi fiskal, Mimika menunjukkan kemandirian dengan penetapan APBD 2026 sebesar Rp 5,6 triliun.

Anggaran tersebut diarahkan untuk pembangunan inklusif serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain itu, pemerintah daerah juga menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2026 sebesar Rp 5.005.678, yang menjadi salah satu standar upah tertinggi di Provinsi Papua Tengah.

Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Fokus Pembangunan Berkelanjutan