Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Jumat Mendatang, Umat Gereja Paroki Emanuel Gelar Prosesi Jalan Salib, Pengendara Diminta Hindari Jalur Mapurujaya–Pomako

image
imageFoto / MIMIKA
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com – Umat Katolik dilingkup Gereja Paroki Emanuel Mapurujaya, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, akan menggelar prosesi perarakan Jalan Salib hidup pada Jumat, 3 April 2026.

Kegiatan religius ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Paskah yang setiap tahun dilaksanakan dengan penuh khidmat oleh umat Katolik.

Sehubungan dengan kegiatan tersebut, masyarakat umum, khususnya pengendara roda 2, 4, 6 hingga 10, diimbau untuk tidak melintas di ruas Jalan Mapurujaya–Pomako pada pukul 12.00 hingga 15.30 WIT.

Penutupan sementara ini dilakukan guna mendukung kelancaran jalannya prosesi yang akan melibatkan banyak peserta.

Perarakan Jalan Salib hidup direncanakan dimulai dari Kamp Mware menuju Kaugapu, dengan melibatkan Orang Muda Katolik (OMK) sebagai pemeran utama dalam visualisasi kisah sengsara Yesus Kristus.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi momentum refleksi iman bagi umat Katolik, khususnya dalam mengenang pengorbanan Yesus Kristus yang wafat di kayu salib demi keselamatan umat manusia.

Pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, suasana haru begitu terasa saat prosesi berlangsung.

Warga tampak larut dalam penghayatan mendalam ketika menyaksikan visualisasi penyaliban Yesus. Bahkan, tidak sedikit kaum ibu dan anak-anak yang meneteskan air mata.

Salah satu warga Mapurujaya, Demianus mengungkapkan peragaan Jalan Salib memberikan pengalaman batin yang kuat dan berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Saya sangat merasakan suasana yang begitu mendalam. Peragaan dilakukan dengan sungguh-sungguh, sehingga kami yang menyaksikan ikut larut dalam kesedihan,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini terus dilestarikan agar generasi muda dapat memahami dan menghayati kisah sengsara Yesus Kristus.

“Kisah ini penting dimaknai agar anak-cucu kita juga bisa merasakan pengorbanan Yesus dalam menebus dosa umat manusia,” tambahnya. (mas)