Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

27 Ton Daging Sapi Beku dari Surabaya Masuk Timika Lewat Pelabuhan Amamapare

image
imageFoto / MIMIKA
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com – Sebanyak 27,8 ton daging sapi beku asal Surabaya, Jawa Timur, masuk ke Timika melalui Pelabuhan Amamapare, Jumat (27/3).

Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, S.Pi., MP. dalam rilis resminya menyebutkan, komoditas daging tersebut diperiksa sebagai bagian dari upaya pengawasan lalu lintas pangan asal hewan antarwilayah.

Hal ini dilakukan sekaligus untuk mencegah masuknya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) ke wilayah Papua Tengah.

"Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh oleh petugas di Pos Pelayanan Pelabuhan Amamapare. Mulai dari verifikasi dokumen karantina, pengecekan kesesuaian jumlah dan jenis barang, hingga pemeriksaan fisik serta kondisi kemasan daging beku," ujarnya.

Tak hanya itu, aspek suhu penyimpanan selama proses pengiriman juga menjadi perhatian utama.

Petugas memastikan rantai dingin (cold chain) tetap terjaga sesuai standar guna menjamin kualitas dan keamanan daging yang akan beredar di masyarakat Timika.

“Langkah ini penting untuk memastikan setiap produk yang masuk aman dikonsumsi dan bebas dari potensi penyakit yang dapat merugikan sektor peternakan maupun kesehatan masyarakat,” urainya.

Masuknya daging sapi dari Surabaya ini menunjukkan tingginya ketergantungan pasokan daging di Timika terhadap daerah luar Papua.

Karena itu, peran karantina menjadi krusial sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan hayati sekaligus menjamin ketahanan pangan daerah.

Karantina Papua Tengah ujar Anton juga mengingatkan para pelaku usaha agar selalu mematuhi aturan dengan melaporkan setiap komoditas yang dilalulintaskan.

"Kepatuhan ini menjadi kunci dalam mencegah penyebaran penyakit hewan yang dapat berdampak luas," tegasnya.

Dengan pengawasan yang ketat dan prosedur yang terstandar, diharapkan distribusi daging ke Timika tetap berjalan lancar tanpa mengorbankan aspek kesehatan dan keamanan pangan masyarakat. (mas)