Timika, fajarpapua.com– Suasana malam di jantung Kota Timika berubah menjadi lautan cahaya dan gema takbir yang menggugah, Jumat (20/3).
Puluhan kendaraan hias dengan instalasi lampu artistik beriringan menyusuri jalanan kota dalam Pawai Takbir Keliling menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah, menghadirkan bukan hanya kemeriahan, tetapi juga pesan kuat tentang persatuan.
Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika, Papua Tengah ini secara resmi dilepas oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, didampingi Wakil Bupati Emanuel Kemong.
Pelepasan ditandai dengan takbir bersama yang menggema, mengiringi kendaraan peserta yang mulai bergerak menyusuri rute yang telah ditentukan.
Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme warga yang luar biasa. Ribuan masyarakat tumpah ruah ke jalan, menyaksikan parade kendaraan yang dihias dengan beragam tema.
Mulai dari replika masjid megah, ornamen budaya bernuansa Tionghoa sebagai simbol akulturasi, hingga bedug raksasa yang dipadukan dengan tata cahaya modern.
Tak sekadar estetika, beberapa kendaraan juga dilengkapi sound sistem smberkualitas tinggi yang memastikan lantunan takbir terdengar hingga ke penjuru kota, memperkuat nuansa religius sekaligus kebersamaan.
Ketua PHBI Mimika, Joko Prianto, dalam sambutannya menyampaikan takbir keliling merupakan wujud rasa syukur umat Islam setelah menjalani ibadah Ramadan.
“Kegiatan takbir keliling ini adalah bentuk ungkapan keagungan kepada Allah SWT setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, menahan diri dari berbagai hal, serta memperbanyak amal ibadah,” ujarnya.
Namun, lebih dari sekadar perayaan keagamaan, uniknya pawai ini mencerminkan wajah toleransi di Mimika.
Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang agama menjadi bukti nyata bahwa Idul Fitri di Timika dirayakan sebagai momentum kebersamaan lintas iman.
“Takbir akbar kali ini tidak hanya diikuti oleh umat muslim, tetapi juga seluruh agama yang ada di Mimika,” tegas Joko.
Sementara Bupati Mimika, Johannes Rettob mengaku bangga melihat kebersamaan masyarakat yang tercermin dalam kegiatan tersebut.
“Ini luar biasa. Takbir akbar ini melibatkan seluruh elemen masyarakat lintas agama. Ini bukti bahwa Mimika adalah daerah yang menjunjung tinggi harmoni,” katanya.
Bupati Rettob juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat persatuan tersebut.
Ia bahkan menyinggung agenda keagamaan berikutnya, yakni perayaan Paskah, sebagai momentum lanjutan untuk memperkuat kebersamaan.
“Satu minggu lagi kita akan bersama-sama merayakan Paskah. Mari kita tunjukkan kembali kebersamaan ini sebagai wujud bahwa dari Mimika, harmoni itu nyata,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, pemerintah daerah mengimbau seluruh peserta pawai untuk tetap mengutamakan keselamatan selama berkendara, agar rangkaian ibadah Idulfitri dapat berlangsung dengan lancar dan khidmat.
Pawai Takbir Keliling tahun ini pun tak hanya meninggalkan jejak kemeriahan, tetapi juga pesan kuat: bahwa di tengah keberagaman, Mimika mampu berdiri sebagai simbol persatuan dan toleransi di Indonesia. (mas)

