Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Gunakan Plastik dan Listrik Seperlunya, ini Pesan Bupati John Rettob Saat Penutupan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Mimika

IMG 20240707 WA0070
IMG 20240707 WA0070Foto / MIMIKA
Redaksi FP3 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Rangkaian kegiatan hingga puncak peringatan hari lingkungan hidup sedunia yang digelar sejak 15 Mei 2024 lalu oleh Pemda Mimika berkolaborasi dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi ditutup, Minggu (7/7).

Kegiatan tersebut ditutup Bupati Mimika Johannes Rettob yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Inocentius Yoga Pribadi, Vice President Environmental Division PTFI Gesang Setiyadi serta para Forkopimda yang ditandai dengan pemukulan Tifa di halaman Graha Eme Neme Yauware.

Dalam kegiatan penutupan tersebut dilakukan pembagian doorprize, hadiah pemenang sejumlah perlombaan yang diselenggarakan dalam rangka hari lingkungan hidup, penampilan kesenian dan ditutup penampilan artis Papua Shine Of Black.

Bupati Mimika dalam sambutannya mengatakan, selama beberapa waktu ini berbagai macam kegiatan telah dilaksanakan guna memperingati hari lingkungan hidup sedunia tahun 2024, yang pelaksanaannya merupakan kolaborasi antara PTFI dan Pemda Mimika. Berbagai kegiatan tersebut merupakan penjabaran dari tema nasional hari lingkungan hidup sedunia tahun 2004 yakni "Menyelesaikan krisis iklim dengan inovasi dan prinsip keadilan".

Memaknai tema nasional tersebut maka Pemda Mimika mengajak semua warga Mimika baik sebagai pemerintah swasta, individu, dan komunitas untuk terus bekerja sama dan bersama-sama bekerja dalam meningkatkan kesadaran dan tindakan nyata serta berkolaborasi dalam melindungi dan melestarikan lingkungan hidup.

Diungkapkan, pelestarian lingkungan dapat dimulai dengan langkah-langkah nyata seperti menanam pohon, menggunakan air, kertas dan listrik seperlunya, tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan kemasan plastik. Langkah-langkah tersebut merupakan langkah nyata yang dapat memberikan dampak positif terhadap perbaikan iklim dan kualitas lingkungan hidup sebagai komitmen bersama.

"Pemerintah daerah mengajak semua lapisan masyarakat di kawasan Mimika untuk saling mengingatkan dan berperan aktif tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup di bumi ini, dengan terus memberikan edukasi dan sosialisasi antar sesama warga masyarakat maupun komunitas, karena itu merupakan tanggung jawab kita bersama memberikan warisan yang berharga terhadap kelangsungan hidup dan kehidupan anak cucu kita ke depan yaitu lingkungan hidup yang berkualitas," ungkapnya.

Pemerintah mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan manajemen PTFI yang telah berkolaborasi dengan Pemda Mimika guna menyukseskan peringatan hari lingkungan hidup sedunia tahun 2024 di Kabupaten Mimika.

Selanjutnya Gesang Setiyadi mewakili Freeport Indonesia dalam sambutannya mengatakan, sudah beberapa kali kegiatan serupa digelar di Kota Timika dengan tujuan mempernalkan apa yang sudah dilakukan PTFI khususnya dalam kegiatan pengelolaan lingkungan.

"Yang kedua, kami ingin berkontribusi memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang ada di Timika tentang pentingnya menjaga lingkungan, bagaimana kita bisa berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Kami ingin mensosialisasikan kegiatan yang dilakukan PT Freeport Indonesia kepada masyarakat yang ada di Timika Karena tidak semua orang pernah berkunjung ke Freeport dan mengunjungi tambang. Pengelolaan dan pelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan oleh Pemerintah atau PTFI sendiri tetapi harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat," katanya.

Menurutnya, PTFI sudah banyak melakukan upaya dalam beberapa bulan terakhir seperti bersih kota tiap dari Jumat. Ketika itu setiap divisi digilir untuk mengkoordinir kegiatan bersih-bersih dari area Grassberg hingga Porsite.

"Bahkan ada manajemen tingkat VP yang bertanggung jawab untuk satu barak supaya barak ini bisa menjadi lebih bersih. PTFI juga melakukan audit dan inspeksi melihat bagaimana pengelolaan lingkungan di tiap-tiap divisi. Kami berharap kegiatan yang baik ini juga bisa dilakukan di Timika. Kalau misalnya saja dari dinas-dinas yang ada, kantor-kantor pemerintah juga bisa melakukan Jumat Bersih, kemudian juga sekolah-sekolah, tingkat RT RW bisa melakukan hal yang sama. Saya yakin bukan tidak mungkin kota Timika ini nanti mendapatkan Adipura," tuturnya.(ron)