Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Wabup John Rettob dan Anak Cucu Perintis Bawa Bantuan, Kerjakan Jembatan Kampung Atuka, Warga Minta Rehab Rumah

Penyerahan bantuan dan pengerjaan jembatan di Atuka.
Penyerahan bantuan dan pengerjaan jembatan di Atuka.Foto / MIMIKA
Redaksi4 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob didampingi Ketua Ikatan Keluarga Perintis Peduli Mimika (IKPPM) Anak Cucu Perintis, Petrus Yanwarin, Ikatan Motor Indonesia Kabupaten Mimika yang diwakili Aiptu Lalu Hiskam, Laskar Bugis-Makassar, Persemi All Star, Freeport All Star, perwakilan Group WA Eme Neme Yauware serta beberapa utusan OKP, pada Jumat (21/1/2022) menyerahkan bantuan kepada korban bencana Atuka, Distrik Mimika Tengah (Mikteng).

Selain Atuka, Wabup JR juga berencana melakukan kunjungan ke Distrik Amar yang tertimpa bencana banjir rob dan angin kencang beberapa waktu lalu.

Yang menarik, pada kunjungan di Atuka, Wabup JR bersama IKPPM mengerjakan langsung jembatan kayu yang menghubungkan pesisir pantai dan kampung Atuka.

Kedatangan Wabup JR diterima Kepala Distrik Mimika Tengah, Semuel Yogi SH,MH, Kepala Kampung Atuka Arnoldus Natikapereyau para RT dan sejumlah tokoh masyarakat lima kampung.

Dihadapan warga, Wabup JR mengemukakan semua komponen warga Mimika ikut merasakan dampak bencana yang dialami warga Mimika We (Kamoro) di pesisir Atuka dan Amar.

"Bencana diluar daerah warga Mimika selalu ikut ambil bagian dalam pemberian sumbangan. Sekarang ini warga Mimika sendiri yang alami, kita wajib peduli, makanya saya turun langsung di sini," ujarnya yang disambut tepukan tangan.

Dikatakan, setelah mendengar adanya bencana banjir rob dan angin kencang di Amar dan Atuka tanggal 5 Januari 2022 lalu, dirinya bersama Kadis Sosial berkoordinasi dengan Kementerian Sosial. Hasilnya, tiga ton beras bantuan langsung diturunkan.

"Saya kira sumbangan bama sudah mencukupi. Yang dibutuhkan warga sekarang bahan bangunan rumah. Sehingga melalui kesempatan ini saya minta setiap sumbangan dalam bentuk bahan bangunan, kita stopkan dulu sembako," paparnya.

Menurut Wabup JR, ada sejumlah keluhan warga Mimika Tengah yang sudah dijawab Pemda Mimika.

Pertama, pada tahun 2022 ini Dinas PU Mimika memasang bronjong di Atuka untuk meminimalisir abrasi dan erosi.

Kedua, Pemda akan memasang dermaga apung di Atuka dan Aikawapuka. Dermaga tersebut merupakan bantuan Kementerian Perhubungan dan Bantuan Desa.

Ketiga, Pemda sudah membangun satu unit puskesmas dan merehab beberapa puskesmas di pesisir.

Keempat, Pemda sudah merehab asrama. "Kita doakan uang ada supaya bisa penuhi biaya operasional puskesmas dan asrama," paparnya.

Kelima, Pemda juga sudah membangun satu unit air bersih dan MCK.

"Kita rencana bangun jembatan penghubung. Saya harap ini terwujud, kita bangun pelan-pelan berdasarkan musrenmbang," tukasnya.

Sementara Ketua Ikatan Keluarga Perintis Peduli Mimika (IKPPM) Anak Cucu Perintis, Petrus Yanwarin dalam sambutannya mengemukakan, orang tua mereka menginjak tanah Mimika We sejak tahun 1927. Meskipun menurut cerita sejak tahun 19800-an.

"Bapa Wakil Bupati yang hadir ditengah kita adalah anak cucu perintis, tanam pusar di sini. Ada Maturbongs, ada Saklil, Leisomar, dan masih banyak lagi. Sehingga apa yang bapa ibu alami itu juga duka kami. Bapa Wabup yang beli kayu buat jembatan ini. Kami anak cucu perintis juga bantu bangun gereja di Pigapu Logpon, di Kampung Hiripauw kami akan berupaya bantu gereja. Kami komtimen bekerjasama seluruh lapisan masyarakat Mimika We, susah sama-sama, senang sama-sama," paparnya.

Kadistrik Mimika Tengah, Semuel Yogi SH,MH mengatakan peristiwa yang terjadi di wilayahnya merupakan fenomena alam yang sulit diprediksi.

Karena itu ada 4 hal yang mau disampaikan, pertama sebagai Kadistrik mengucapkan terima kasih kepada Wabup Mimika, Ketua IKPPM, OKP, dan ikatan keluarga Mimika yang hadir membawa bantuan.

Kedua, dirinya berterima kasih kepada anak-anak perintis yang sangat peduli dengan kondisi Mimika. Namun mengingat generasi sudah hadir sejak tahun 1927, sehingga dirinya sepakat jika mereka adalah anak asli Mimika.
"Guru-guru perintis, tua-tua perintis hadir sehingga kami bisa jadi PNS, dokter, dan lainnya," tukasnya.

Ketiga, kunjungan wakil bupati di Mikteng memberi perubahan dibidang pendidikan, kesehatan, dan listrik.

"Keempat, kami warga Mimika Tengah menyampaikan terima kasih atas semua bantuan warga Mimika, bama sudah cukup, kami butuh bahan bangunan," paparnya.

Sedangkan Kepala Kampung Atuka, Arnoldus Natikapereyau menyatakan bencana tanggal 5 dan 6 Januari lalu membuat aktifitas masyarakat lumpuh.

"Kami sudah tidak mungkin pindah lagi, ini tempat lahir kami. Kami minta kawat bronjong. Terima kasih untuk semua sumbangan selama ini," ujarnya.(ana)