Penulis : Mustofa
(Redaktur fajarpapua.com)
WAKIL GUBERNUR PAPUA, Klemen Tinal SE MM, pada Jumat (21/5) Pukul 04.00 WIT dini hari berpulang ke Rumah Bapa di Surga setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta.
Kabar meninggalnya mantan Bupati Mimika dua periode tersebut sangat mengagetkan seluruh warga terutama Warga Kabupaten Mimika yang pernah merasakan tangan dinginnya saat memimpin daerah ini.
Almarhum yang juga Ketua DPD Partai Golkar Papua ini dikenal sebagai sosok yang low profile dan care dengan masyarakat.
Bahkan saat di posisi sebagai pejabat negara pun, lelaki yang lahir di Beoga, Puncak, Papua pada 23 Agustus 1970 ini tetap "Membumi" bahkan tak segan-segan menjamu warganya yang kebetulan bertemu maupun bertamu.
Secara pribadi penulis pertama kali mengenal sosok almarhum Klemen Tinal pada Tahun 2002 atau tepatnya saat berlangsung Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mimika.
Dalam pemilihan yang dilangsungkan di Gedung DPRD Mimika (saat ini digunakan sebagai Kantor Pelayanan Polres Mimika) di Jalan Cenderawasih, almarhum berhasil unggul tipis dari almarhum Titus O Potereyauw.
Kedekatan penulis kembali terajut saat kontestasi Pilkada Mimika Tahun 2008 yang untuk pertama kali pemilihan Bupati Mimika dilakukan secara langsung.
Almarhum yang saat itu berpasangan dengan H. Abdul Muis dengan jargon KTM menunjuk penulis sebagai salahsatu Penanggungjawab Tim Media KTM.
Dan Alhamdulillah, KTM saat itu terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Mimika untuk masa bhakti 2008 hingga 2013.
Meski menjabat sebagai Bupati Mimika, KT demikian almarhum disapa juga merupakan sosok yang dekat dengan seluruh tokoh maupun pemeluk agama di Mimika, bahkan diera kepemimpinannya bantuan untuk pembangunan tempat ibadah begitu masif dilakukan.
Almarhum yang merupakan Bupati Mimika kedua setelah almarhum Titus O Potereyauw juga dikenal sebagai sosok yang visioner dan memiliki misi menjadikan Kabupaten Mimika menjadi pusat penghubung bagi sejumlah wilayah di Pegunungan Tengah maupun wilayah Pesisir Selatan Papua.
Tak ayal diera kepemimpinannya sebagai Bupati Mimika, Mantan Ketua Pemuda Pancasila Papua itu mempercepat pembangunan jalan dan Pelabuhan Pomako serta mendorong dibukanya akses penerbangan ke pedalaman yang dipusatkan di Bandara Mozes Kilangin Timika.
Selain itu diera kepemimpinannya sebagai Bupati Mimika, KT juga mendorong peningkatan lapangan terbang di sejumlah distrik di pedalaman seperti Kokonao, Potowayburu, Jila termasuk Lapter Ugimba di Distrik Tembagapura yang berkolaborasi dengan PT Freeport Indonesia.
Jika kita mendengar lagu Eme Neme Yauware yang adalah Mars Kabupaten Mimika, itu adalah salah satu karya dimasa kepemimpinannya.
Almarhum juga dikenal sebagai Bupati Mimika yang mengedepankan pembangunan dari kampung ke kota yang saat dirinya menjabat mengalokasikan dana untuk setiap kampung.
Mungkin saja pemikiran almarhum tersebut diatas kemudian mendorong lahirnya Dana Desa atau Alokasi Dana Desa yang saat ini menjadi salahsatu andalan pemerintah dalam meningkatkan akselerasi pembangunan di kampung-kampung.
Disegi pendidikan, almarhum juga merupakan sosok dibalik lahirnya program pendidikan gratis untuk siswa SD hingga SMA di Kabupaten Mimika.
Komitmen almarhum dalam memajukan sumber daya manusia (SDM) di daerah ini dengan penerapan pendidikan gratis secara konsisten ditunjukan dalam dua periode kepemimpinannya.
Di bidang kesehatan, almarhum juga mendorong pengobatan gratis untuk masyarakat khususnya mereka yang kurang mampu.
Dalam memikirkan peningkatan ekonomi di Kabupaten Mimika, suami dari Stefa Sodora Dupuy SE ini juga menjadi otak pemindahan pusat ekonomi warga dari Pasar Swadaya Timika yang ada di Jalan Yos Sudarso ke Pasar Sentral Timika di Jalan Hasanuddin.
Ayah dari Lidia Natalia Tinal, Willian Tinal dan Daud Solomon Tinal ini juga menjadi pendorong perluasan akses di dalam Kota Timika dengan membuka Jalan Budi Utomo, Jalan Leo Mamiri, Jalan Hasanuddin, Jalan Petrosea, Jalan Tembus Hasanudin Kompleks Waker hingga Jalan Logpon Pomako.
Almarhum KT juga dikenal sebagai sosok yang mencintai Budaya Papua dan juga Budaya Nusantara serta salahsatu pemimpin di Papua yang memiliki jiwa nasionalis yang tinggi.
Kepedulian terhadap budaya Papua ini ditunjukan oleh Almarhum dengan mendukung penuh sang istri dalam mengembangkan Kain Batik Papua menjadi produk yang premium.
Seperti diketahui batik tangan Papua dengan brand atau merek Mamayo kini menjadi satu-satunya batik Papua yang berhasil menembus pasar luar negeri.
Tidak hanya itu, saat memimpin Kabupaten Mimika, almarhum juga peduli dengan pengenalan budaya Kamoro ke dunia luar.
Sehingga meski pada akhirnya tidak berlanjut, dimasa menjadi Bupati Mimika, almarhum juga mendukung diselenggarakannya Festival Kamoro Kakuru di Kampung Logpon.
Selain itu juga mendukung digelarnya misi kebudayaan baik yang digelar di Indonesia maupun kesejumlah negara di luar negeri untuk mengenalkan Budaya Asli Mimika kepada khalayak ramai.
Dengan segala prestasi yang ditorehkan selama memimpin Kabupaten Mimika selama dua periode itulah, kemudian nama almarhum pada Tahun 2013 lalu menjadi salahsatu kandidat yang kuat untuk bertarung melawan Barnabas Suebu dalam kontestasi Pilkada Provinsi Papua.
Namun dengan berbagai pertimbangan, almarhum yang juga dikenal sebagai salahsatu Maestro Politik di Papua memilih untuk menjadi kandidat Wakil Gubernur Papua mendampingi Lukas Enembe.
Hasilnya, pasangan yang maju dengan jargon Lukmen tersebut melenggang mulus dan memenangi Kontestasi Pilkada Provinsi Papua dan menjadi pasangan Gubernur serta Wakil Gubernur Provinsi Papua periode 2013-2018.
Demikian juga pada periode berikutnya, pada Pilkada Provinsi Papua Tahun 2018, Lukas Enembe tetap menunjuk Almarhum KT sebagai wakilnya.
Dan lagi-lagi, incumben Lukmen Part II juga memenangi Pilkada Provinsi Papua saat berhadapan dengan Pasangan John Wempy Watipo - Almarhum Habel Melkias Suwae.
Dengan posisinya sebagai Wakil Gubernur Provinsi Papua selama dua periode tersebut, Almarhum KT juga digadang-gadang sebagai kandidat terkuat untuk memimpin Papua kedepannya.
Bahkan untuk mempersiapkan Almarhum KT maju pada Pilkada Provinsi Papua Tahun 2023 mendatang sejumlah komponen masyarakat telah menyatakan dukungannya termasuk tentunya Partai Golongan Karya yang akan menjadi perahu politik utama.
Namun kabar wafatnya Almarhum KT yang tiba-tiba tidak hanya membuat kaget, sedih dan bahkan terenyuh bagi masyarakat Papua dan Kabupaten Mimika khususnya.
Meninggalnya, Almarhum KT juga menjadi kehilangan yang besar bagi Masyarakat Papua dan mungkin juga Papua Barat, karena kehandalannya dalam berpolitik serta bernegosiasi dipercaya akan mempu membawa Tanah Papua kearah yang lebih baik.
Selamat Jalan Bapak Klemen Tinal, Insyaallah Surga Menjadi Tempatmu dan Jadilah Pendoa Bagi Rakyatmu yang masih berjuang. Aminnnn….***
Profile Singkat
Nama : Klemen Tinal SE MM
Lahir : Beoga, 23 Agustus 1970
Istri : Stefra Sodora Dupuy SE
Anak : Lidia Natalia Tinal, Wilian Tinal, Daud Solomon Tinal
Ayah : (Almarhum) Pdt. Abdiel Tinal
Ibu :
Adik : Trifena Tinal
Riwayat Pendidikan
1976-1982 : SD Negeri YPJ Tembagapura
1982-1985 : SMP Negeri YPJ Tembagapura
1985-1988 : SMA Negeri I Bandung
Lulusan 2003 : Sastra 1 (S1) Universitas Surapati
Lulusan 2006 : Magister (S2) Universitas Cenderawasih
Riwayat Jabatan
1993 : Administrative Supervisor PT. Freeport Indonesia
2002 - 2006 : Bupati Mimika
2008 - 2013 : Bupati Mimika
2013 - 2018 : Wakil Gubernur Papua.
Pengalaman Organisasi
1997- 2001 : Ketua Pemuda Pancasila Provinsi Irian Jaya
2003 - 2006 : Ketua Partai Golongan Karya (GOLKAR) Kabupaten Mimika
2013 - sampai sekarang : Ketua Partai Golongan Karya (GOLKAR) Provinsi Papua

