Timika, fajarpapua.com - Puluhan karyawan PT Freeport Indonesia pada Rabu (7/4) sekitar pukul 07.30 WIT menggelar aksi menolak Vaksinasi Covid-19.
Dalam aksinya, para karyawan yang mengatasnamakan perwakilan 7 suku itu melakukan pemalangan jalan di area Camp Freeport di Mile 72, Tembagapura.
Wakapolres Mimika, Kompol Sarraju kepada wartawan mengatakan, aksi pemalangan tersebut terjadi hanya berlangsung sekitar 1 jam. "Aksi tidak sampai mengganggu aktivitas di area tambang," ujarnya.
Menurut Wakapolres, aksi tersebut dilakukan karena mereka menolak program Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan perusahaan guna mendukung program pemerintah.
Penolakan tersebut lanjutnya didasari karena peserta aksi meragukan tingkat keamanan vaksin Covid-19.
"Mereka masih ragu atas keamanan vaksinasi yang sudah diedarkan, sehingga pekerja melakukan aksi hingga pemalangan jalan," ucapnya
Namun demikian aksi tersebut tidak sempat meluas karena Polsek Tembagapura serta unsur lainnya sudah terlebih dahulu mendapatkan informasi terkait aksi tersebut.
"Sehingga Kapolsek Tembagapura didampingi unsur-unsur keamanan lainnya mendatangi serta berkomunikasi dengan puluhan peserta aksi," ujarnya.
Setelah itu, kata dia, para peserta aksi diarahkan ke Kantor Freeport Indonesia di Mile 62 Tembagapura untuk membicarakan hal-hal yang ingin mereka sampaikan.
Terkait dengan aksi ini, Kompol Sarraju mengharapkan adanya sosialisasi Vaksinasi Covid-19 yang lebih masif dan tepat sasaran.
"Hal ini agar masyarakat termasuk pekerja Freeport memahami bahwa vaksin itu aman dan sudah berjalan dengan lancar," tutupnya. (rul)

