Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Sukseskan PON XX Papua, Freeport Segera Selesaikan Hibah MSC

Kompleks MSC oleh PT.Freeport
Kompleks MSC oleh PT.FreeportFoto / MIMIKA
Redaksi2 menit baca8 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Pelaksanaan PON XX Tahun 2021 di Papua yang akan dilaksanakan pada Oktober 2021 menunjuk Kabupaten Mimika sebagai salah satu dari empat kabupaten/kota sebagai tuan rumah.

Terkait dengan hal ini, PT Freeport Indonesia (PTFI) akan segera menyelesaikan proses hibah Mimika Sport Complex (MSC) sebagai salah satu venue yang akan digunakan menggelar beberapa cabang olahraga.

Manager General Construction and Special Projects (GCSP) PTFI, Lenny Josephine menegaskan pihaknya akan segera menghibahkan fasilitas diatas lahan seluas 12,5 Hektar.

"Kompleks ini sudah dibangun sejak tahun 2013 oleh PT Freeport Indonesia," jelasnya.

Dikatakan, pembangunan MSC merupakan bagian dari dukungan untuk pengembangan dunia olahraga bersama dengan pemerintah daerah.

"Kompleks MSC kita akan segera hibahkan sebelum pelaksanaan PON Papua," ujarnya.

Namun demikian proses hibah tersebut, lanjut dia, akan dilakukan pihaknya setelah dilakukan proses maintenance akhir. "Kita akan hibahkan fasilitas tersebut setelah terlebih dahulu dilakukan maintenance terakhir," tutupnya.

Seperti diketahui, MSC yang akan dijadikan salah satu venue PON XX dilengkapi dengan stadion tertutup yang berkapasitas 5.500 penonton, termasuk 75 penonton VIP.

Stadion tertutup ini diperuntukkan sebagai arena untuk bulu tangkis, basket, dan voli.

Ada pula stadion terbuka yaitu Tribun Barat dan Tribun Timur. Akan ada jalur lari jarak pendek dan menengah berstandar internasional untuk melengkapinya serta beberapa cabang atletik lainnya seperti lempar lembing, tolak peluru dan lompat jauh. Stadion terbuka berkapasitas 3.500 penonton.

Sementara itu, asrama atlet di dalam MSC bisa menampung 100 atlet dan 14 pelatih. Asrama dilengkapi dengan fasilitas rekreasi (fitness/gym) yang terdapat di dalam asrama penunjang.

Pembangunan MSC oleh Freeport ini menghabiskan biaya sebesar US$ 33 juta. (mas)