Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Direktur PT Freeport Indonesia Bantah Kabar Karyawan Enggan Divaksin, Ini Fakta Sebenarnya

20210214_231910
20210214_231910Foto / MIMIKA
fajar Papua2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Beredar kabar karyawan tambang emas dan tembaga raksasa ketiga di dunia, PT Freeport Indonesia, enggan divaksin covid 19. Kabar itu terkuak setelah sejumlah karyawan menyampaikan protes beberapa waktu lalu.

Ditemui awak media di Rimba Papua Hotel, ahad kemarin, Direktur PT Freeport Indonesia Claus Wamafma membantah kabar tersebut. Kata dia, aksi protes yang dilakukan sekelompok kecil karyawan beberapa hari lalu di Tembagapura sama sekali tidak terkait penolakan vaksinasi COVID-19.

"Sekarang pemerintah masih memprioritaskan pemberian vaksin Sinovac kepada petugas kesehatan. Untuk kalangan umum, termasuk karyawan PT Freeport Indonesia dan perusahaan subkontraktor belum ada yang menerima suntikan vaksin Sinovac," paparnya.

Dijelaskan, fakta sebenarnya, ketika Kampung Banti mulai aktif kembali, ada sekelompok kecil karyawan yang setiap pagi naik kerja ke Tembagapura lalu sorenya turun kembali ke Banti.

"Kan untuk masuk Tembagapura ada standar prosedur yang diterapkan yaitu harus mengikuti pemeriksaan antigen. Maka tidak heran dalam satu minggu karyawan yang naik turun dari Banti ke Tembagapura itu pemeriksaan antigen bisa dua sampai tiga kali," jelasnya.

Sekelompok kecil karyawan yang bermukim di Banti, lanjut dia, mempersoalkan kewajiban untuk mengikuti pemeriksaan antigen berkali-kali dalam sepekan untuk bisa berangkat kerja ke Tembagapura.

"Protes itu berkaitan dengan isu seputaran pemeriksaan antigen yang berkali-kali dalam seminggu, jadi bukan soal penolakan vaksinasi. Karyawan kami sampai sekarang belum ada yang divaksin karena kami masih menunggu persetujuan dari Kementerian Kesehatan. Kami juga tegaskan karyawan Freeport tidak menolak vaksinasi COVID-19," ujar Claus.

Vice President PT Freeport Indonesia Bidang Hubungan Pemerintah Jonny Lingga mengatakan sampai saat ini sudah 231 tenaga kesehatan dari total 300-an tenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan PT Freeport yang telah menerima suntikan vaksin Sinovac.

Para tenaga kesehatan itu, katanya, menerima suntikan vaksin Sinovac yang didistribusikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

"Masih ada yang belum menerima suntikan vaksin Sinovac karena ada yang belum lulus skrining kesehatan. Cakupan tenaga kesehatan di lingkungan Freeport yang sudah menerima suntikan vaksin sinovac sudah lebih dari 75 persen yaitu tenaga kesehatan yang bertugas di RS Tembagapura, Klinik Kuala Kencana, Klinik Pelabuhan Portsite Amamapare dan Klinik Mile 39," jelasnya.(ant/ana)