Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Pemda Mimika Sampaikan Terima Kasih Kepada PT Freeport Indonesia dan TNI-Polri

Pengungsi Tembagapura
Pengungsi TembagapuraFoto / MIMIKA
fajar Papua3 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Pemerintah Kabupaten Mimika menyampaikan terima kasih kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) yang terlibat aktif memulangkan pengungsi tiga kampung, Banti I, II dan Opitawak. Ucapan terima kasih juga kepada jajaran TNI Polri yang terlibat aktif mengawal proses pemulangan itu.

Kontribusi Freeport dianggap sangat besar terutama menyediakan truk, memperbaiki fasilitas umum serta hal-hal lain yang berkaitan dengan kepulangan ribuan pengungsi itu.

"Kami juga mendengar bahwa PT Freeport menyediakan kios-kios (warung) untuk memudahkan warga Banti dan Opitawak bisa berbelanja barang kebutuhan pokok. Untuk semua itu kami Pemda Mimika menyampaikan terima kasih kepada PT Freeport Indonesia. Kami sampaikan juga terima kasih juga kepada TNI Polri yang setia mengawal proses pemulangan serta menjaga situasi Tembagapura tetap aman," ungkap Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob kepada wartawan, Jumat (29/1).

Kesempatan itu ia menyampaikan terima kasih kepada kelompok masyarakat maupun forum yang mendorong berbagai proses pemulangan sehingga bisa terlaksana.

Hingga kemarin, berkat dukungan TNI-Polri dan PT Freeport Indonesia, Pemda Mimika selama dua pekan terakhir telah memulangkan sebanyak 670 jiwa warga Kampung Banti dan Opitawak ke kampung halaman mereka di Distrik Tembagapura setelah mengungsi selama 10 bulan di Timika.

Pemulangan warga Banti dan Opitawak itu dimulai sejak Rabu (20/1) menggunakan armada bus yang disiapkan PT Freeport Indonesia.

Untuk bisa kembali ke kampung, mereka wajib melakukan pemeriksaan kesehatan dan memiliki identitas lengkap yang terdaftar pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Mimika.

"Sampai saat ini memang masih ada warga Banti dan Opitawak yang belum bisa kembali ke kampung dengan beberapa alasan yaitu ada pelajar yang sedang sekolah di Timika, ada juga yang dalam kondisi sakit sehingga membutuhkan waktu pemulihan. Beberapa juga tidak memiliki KTP sehingga masih harus diurus oleh Dukcapil untuk penerbitan KTP-nya," jelas Wabup JR.

Berdasarkan laporan dari Pemerintah Distrik Tembagapura bersama aparat TNI dan Polri yang mengawal pemulangan warga Banti dan Opitawak itu, semua warga yang kembali ke kampung sudah menempati rumah-rumah mereka.

Sebelumnya, mereka sempat diinapkan pada gedung SD-SMP Negeri Banti karena rumah-rumah mereka harus dibersihkan terlebih dahulu setelah ditinggal selama berbulan-bulan saat mengungsi di Timika.

"Semua sudah kembali ke rumah masing-masing. Menyangkut air minum, sekarang sudah tidak ada masalah. Yang masih menjadi kendala yaitu penerangan listrik karena PLTA yang ada di Banti masih butuh perbaikan sekitar tiga sampai empat bulan ke depan," kata JR.

Pemkab Mimika menyampaikan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia telah menyiapkan rumah untuk pelayanan kesehatan warga yang kembali ke kampung mereka.

Pemkab Mimika merencanakan akan mengirim petugas kesehatan untuk memberikan pelayanan kepada warga yang sakit di Banti dan Opitawak.

"Kami juga mendengar bahwa PT Freeport menyediakan kios-kios (warung) untuk memudahkan warga Banti dan Opitawak bisa berbelanja barang kebutuhan pokok," ujar JR.

Pemkab Mimika juga telah melakukan koordinasi dengan pihak Bank Papua untuk bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat Banti dan Opitawak tidak lagi di Tembagapura tetapi bisa langsung datang ke Banti.

"Pada prinsipnya Bank Papua siap untuk memberikan pelayanan itu dan akan dimulai pada Selasa atau Rabu pekan depan," jelasnya.(ant/ana)