Timika, fajarpapua.com - Tiga pengurus Panjat Tebing PON Papua, yang melakukan survey terkait kesiapan arena menilai venue Panjat Tebing Mimika terbaik di Indonesia. Sejauh ini progress pembangunan sudah mencapai 60 persen dan drencanakan Februari sampai Maret sudah tuntas.
"Jika sudah selesai teman-teman atlit PON Papua bisa TC di fasilitas yang sudah dibangun saat ini di Timika. Dengan TC langsung diharapkan teman-teman atlit dapat beradaptasi lebih baik dengan situasi iklim Mimika dibanding teman-teman dari daerah lainnya di Indonesia" ungkap Technical Delegate Federasi Panjat Tebing Indonesia, Sapto Hardiono dalam jumpa pers di kantor PB PON Sub Timika, Selasa (1/12).
Ia menyampaikan terima kasih Pemkab, KONI Papua dan KONI Mimika yang sudah mensupport penuh kehadiran mereka di Timika.
"Kami apresiasi karena Pak Bupati begitu gila dengan olahraga sehingga beliau mendukung fasilitas yang dibangun di sini. Menurut teman –teman PB PON pusat bahwa persiapan Timika paling cepat dalam membangun dan merampungkan semua fasilitas untuk mendukung PON Papua ke - XX. Timika paling siap, dibanding empat wilayah lain di Papua,” ujarnya.
Sapto mengatakan, dalam kunjungan kali ini pihaknya memastikan pembangunan venue secara konstruksi dan prasarana panjat tebing untuk pertandingan sudah bisa selesai, tinggal sarana pendukung.
"Wall dan dinding pertandingan sudah dikirim menuju Timika. Sebetulnya ada tiga bangunan yang dibangun sama, semua sarana pendukungnya sudah menuju Timika, minggu depan sudah tiba. Mudah-mudahan dalam dua minggu kedepan sudah bisa terpasang semuanya," tukasnya.
Kata Sapto, ada perbaikan tapi tidak siginifikan terutama prasarana. Pengurus Panjat Tebing PB PON Papua mengapresiasi semangat Pemkab Mimika, KONI dan PB PON Sub Mimika yang mempercepat pekerjaan fasilitas panjat tebing tersebut.
"Juga kontraktor yang mengerjakan fasilitas ini benar-benar membantu PB PON Panjang Tebing dalam mempersiapkan sarana. Kontraktor dapat bekerjasama dan duduk sama-sama dengan pengurus Panjat Tebing sehingga program percepatan pekerjaan ini semakin baik," harapnya.
Selanjutnya yang akan dipersiapkan adalah sumber daya terutama kepanitiaan. Dalam beberapa bulan kedepan pihaknya akan datang lagi ke Timika bersama cabang lain dalam mempersiapkan yuri-yuri lokal dengan kegiatan coaching clinik.
“Saya berharap panjat tebing menjadi sumber atlitnya ada di timika. Timika memiliki sarana yang luar biasa dan sangat lengkap, dan KONI Mimika melalui cabang olahraga Panjat Tebing dapat melahirkan atlit-atlit terbaik dari Mimika. Kita ada banyak rencana dan kita lihat venue yang ada di beberapa daerah di Indonesia, Timika yang terbaik di Indonesia, memang yang lain juga ada yang sudah sesuai standar internasional, tapi fasilitas pendukung belum selengkap yang ada di Timika. Ini menjadi kebanggaan, dan bersama dengan teman-teman kabupaten sudah mencanangkan kegiatan pasca PON nanti. Kami lihat bahwa fasilitas yang dibangun bagus ini dipergunakan pasca PON. Teman-teman bisa lihat di Samarinda, Riau, Jawa Barat, akan jadi mubazir karena tidak dimanfaatkan dengan baik pasca PON. Papua kita sudah siapkan kegiatan yang akan dilakukan di venue yang sudah ada saat ini. Jika tidak aral melintang dan Tuhan izinkan, Pelatnas kita pindahkan ke Timika. Sebab sarana sudah lengkap dan suporting Pemkab cukup luar biasa," terang Sapto.
Dijelaskan, kedepan akan lahir atlit-atlit muda dari Timika, dimana postur tubuh orang selatan cocok untuk panjat tebing. Semua pihak diharapkan membangun kerjasama dengan pemerintah memajukan olahraga Panjat Tebing.
Menurutnya, venue yang dibangun saat ini multifungsi, karena bukan hanya untuk olahraga panjat tebing, tapi bisa untuk pegelaran budaya, konser musik. Fasilitas yang ada diplotkan untuk cabor lain seperti BMX, Scateboart, tinggal di modifikasi saja.
"Yang sudah dirancang bahwa venue ini bisa dimanfaatkan oleh cabor-cabor yang lain. Itu yang penting bagi kami dan siapa bisa gunakan ini," pungkasnya. (tim)

