Lewati ke konten utama

Panitia IFRC 2026 Bagikan 6.000 Masker dan Siagakan Tim Medis di Mimika

Redaksi Fajar PapuaPenulis
17.39 WIT2 menit baca45 dibaca
Panitia Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) ke-8 Tahun 2026 dari PT Freeport Indonesia membagikan 6.000 masker kepada masyarakat di sejumlah titik di Mimika, Papua Tengah
Panitia Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) ke-8 Tahun 2026 dari PT Freeport Indonesia membagikan 6.000 masker kepada masyarakat di sejumlah titik di Mimika, Papua TengahFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

TIMIKA, fajarpapua.com – Panitia Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) ke-8 Tahun 2026 dari PT Freeport Indonesia (PTFI) membagikan 6.000 masker kepada masyarakat di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kabut asap yang melanda wilayah tersebut.

Aksi kemanusiaan yang dilaksanakan pada Selasa (20/10/2026) itu menyasar sejumlah titik strategis untuk membantu masyarakat mengurangi paparan asap saat beraktivitas sehari-hari.

Kepala Teknik Tambang PTFI, Carl Tauran, mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kepedulian perusahaan bersama panitia IFRC 2026 terhadap kondisi kesehatan masyarakat Mimika.

“Kemarin beberapa hari yang lalu kita lakukan kampanye pembagian masker kepada masyarakat sebagai partisipasi kita, prihatin terhadap asap ini,” ujar Carl dalam konferensi pers di Kantor Pemadam Kebakaran PTFI, Kuala Kencana, Mimika, Papua Tengah, Rabu (21/10/2026).

Sebanyak 6.000 masker disalurkan melalui Puskesmas Karang Senang, Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM), pertigaan lampu lalu lintas Jalan Cenderawasih, serta perempatan lampu lalu lintas Jalan Hasanuddin.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengurangi risiko paparan asap. Masyarakat juga diimbau mengikuti arahan otoritas kesehatan selama kondisi kabut asap berlangsung.

Selain aksi kemanusiaan, panitia IFRC 2026 turut mempersiapkan sistem tanggap darurat untuk mendukung keselamatan peserta selama kompetisi berlangsung. Kesiapan ini menjadi perhatian penting mengingat kegiatan tersebut melibatkan berbagai tim penyelamat dan pemadam kebakaran dari sejumlah perusahaan di Indonesia.

Carl mengatakan, tim tanggap darurat PTFI yang tidak mengikuti perlombaan akan disiagakan di setiap lokasi kegiatan. Dukungan tenaga medis juga disiapkan untuk mengantisipasi kondisi yang membutuhkan penanganan segera.

“Setiap iven dari delapan iven atau kategori yang direncanakan, tim tanggap darurat PTFI yang tidak mengikuti kompetisi akan ada dan bersiaga setiap waktu di lokasi iven, begitu juga dengan tim medis,” katanya.

Kesiapan tersebut menjadi bagian dari upaya panitia memastikan seluruh rangkaian IFRC 2026 berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan, baik bagi peserta maupun masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Melalui pembagian masker dan penyiagaan tim tanggap darurat serta tenaga medis, panitia IFRC 2026 menunjukkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat sekaligus memprioritaskan keselamatan dalam pelaksanaan kompetisi di tengah situasi kabut asap di Mimika.